Together With You Final Chapter

collage

Together With You

by : deerchopper

Cast : Luhan

  Oh Seungmi

  Kim Jongin

  Mr. Kim

Genre : Drama, Romance, Marriage Life, a little Comedy

Rating : PG 15

waaaaaaaa….. akhirnya final chapter juga ><

thor nggak percaya bisa nyelesain ff ini. maaf karena thor baru bisa post sekarang 😦

makasih buat yang sabar menunggu ff ini *terharu

sooo let’s go ayo

Happy Reading Chingu and beware of typo and jeongmal mianhae 😦

Author POV

DRRTTT!!!!

ponsel berbunyi. ternyata ponsel itu berasal dari ponsel pak Kim. dia pun mengangkatnya.

“ya boss saya sudah menemukan rentenir ini. dia sudah memberikan kesaksiannya dan kita tinggal mencari kunci bukti dari semua ini” kata orang yang ada disebrang telpon itu.

“baiklah… aku akan membayar setengah lagi setelah kau benar-benar menyelesaikan semuanya”

“baik, akan segera saya selesaikan”

———–||——–

seungmi berjalan lunglai menuju rumahnya. saat dia membuka pintu depan tiba-tiba luhan menubruk dan memeluknya dengan erat.

‘ya ampun dia mengkhawatirkanku ya? maaf’ batin seungmi

“kau kenapa luhan? ma……”

belum juga seungmi selesai berbicara, luhan sudah mengelaknya.

“seungmi… apa kau tahu? proyekku berhasil? aku berhasil!”

“ah… benarkah? selamat chaggiya~”

“yaa… aku sangat senang. terima kasih” luhan pun terus mendekao seungmi sampai pada akhirnya dia melepaskannya.

“ah iya seungmi, aku harus menyelesaikan pekerjaanku sekarang. sepertinya aku harus lembur. kau duluan saja ya”

“ah… i..ya baiklah. selamat malam”

luhan pun pergi kedalam ruang kerjanya dan menutup pintunya.

“luhan bahkan kau tidak menanyakan keadaanku?” gumam seungmi dengan tampang yang sedih.

keesokan harinya seungmi tidak menemukan luhan didalam rumah. seungmi pun berjalan menuju dapur ternyata ada secarik kertas yang tertempel di kulkas. itu surat dari luhan.

seungmi, aku berangkat pagi-pagi sekali karena ada pertemuan dengan klien. maaf aku tidak membangunkanmu karena aku tidak tega. kau sangat pulas. aku akan pulang sekitar pukul 8 malam. tunggu aku pulang ya chaggiya~ >,< saranghae…. :*

seungmi pun memandanganya dengan senyuman lebar.

‘hmph… dasar ikan lohan. iya aku akan menunggu kedatanganmu’ batin seungmi yang sumriangah.

seungmi merasa pusing lagi. dia pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya itu di sofa. dia ingat kata dokter bahwa dia tidak boleh terlalu capek. seungmi pun menghela napas sambil menutup kedua matanya.

malam telah tiba, setelah seharian seungmi mengistirahatkan dirinya karena saat dia berusaha untuk bangkit, rasa pusing dan mual itu kembali lagi.

sekarang dia sedang menunggu kepulangan luhan dimeja makan karena luhan bilang dia akan pulang pukul 8 malam dan sekarang pukul 7.50 malam jadi tinggal 10 menit lagi.

seungmi dengan setianya menunggu luhan disana tapi sang pangeran yang ditunggu tidak juga menunjukkan batang hidungnya. pukul 9 malam luhan juga belum kembali. makanan yang tadinya masih hangat sudah dingin dan seungmi pun memutuskan untuk menaruhnya didalam lemari kulkas agar nanti bisa dihangatkan dan dimakan kembali oleh mereka bersama.

seungmi daritadi mondar-mandir bolak-balik berjalan. dia pun mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah karena sudah lelah menunggu. jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan luhan belum kembali juga. tak sadar, seungmi pun tertidur diatas sofa.

Klek!

yang ditunggu akhirnya kembali. luhan membuka pintu sambil memainkan bahunya. wajahnya terlihat sangat lelah.

“aduh… capek sekali. aku pulang terlambat”

luhan berjalan menuju kamarnya saat melewati ruang tengah dia melihat ada seseorang yang tengah berbaring disana.

“seungmi? kau menungguku?” gumam luhan yang melihat istrinya tidur meringkup di atas sofa itu.

luhan pun menghampiri seungmi dan jongkok untuk mensejajarkan tubuhnya denganseungmi.

“mianhae seungmi… lagi-lagi aku tidak menepati janji…. kau lelah ya menungguku? maaf…”

luhan pun menggendong seungmi menuju kamar dan membaringkan seungmi diranjang tempat tidur.

pagi telah tiba. lagi-lagi seungmi tak menemukan luhan didalam rumahnya. kali ini tak ada surat yang diinggalkan oleh luhan .

TING! TONG! suara bel berbunyi. ada tamu yang datang.

seungmi pun membuka ointu berharap luhan ada dibalik pintu itu.

“luhan!” ucap seungmi tanpa tahu siapa yang datang.

“seungmi? ini aku jongin. akudatang untuk mengunjungimu. kau kenapa?”

jongin merasa ada yang aneh dengan sikap seungmi belakangan ini. dia terlihat begitu khawatir dan ketakutan.

“ah tidak… tidak ada apa-apa”

jongin pun merasa dia harus tahu apa yang terjadi didalam rumah itu.

“jika kau menganggapku keluargamu sendiri kau harus cerita padaku” tegas jongin

seungmi pun hanya menatap jongin. dia bersungguh-sungguh. seungmi menyadari bahwa jongin sudah bertambah dewasa sekarang. sepertinya dia bisa menceritakan masalah dalam dirinya pada jongin.

“akhir-akhir ini luhan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. bahkan aku tidak bertatap muka dengannya belakangan ini”

jongin agak terkejut seungmi mengatakan hal itu. tetapi raut wajah itu kembali seperti biasa.

“apa kau belum memberitahunya?”

“belum”

BRAK! jongin memukul meja dengan kerasnya dan membuat seungmi terkejut.

“bagaimana bisa kau tidak bilang padanya?! apalagi sekarang kau di acuhkan olehnya kan?!”

“ma…maafkan aku…. aku tidak dapat… ber.. bertemu dengannya… ma..maaf”

jongin sadar bahwa dia telah keterlaluan. dia pun memeluk seungmi dan menenangkannya. wajah seungmi terlihat ketakutan tadi dan sekarang dia meneteskan airmata.

“maafkan aku seungmi… aku keterlaluan…” ucap jongin

“tidak apa jongin… aku juga salah”

“pokoknya hari ini kau harus bertemu dengannya. temuilah dia”

“iya…”

akhirnya seungmi pun memutuskan untuk pergi kekantor luhan pada siang hari membawakan makan siang untuk luhan. wajahnya sangat senang saat melihat tas yang berisi kotak bekal yang ia bawa.

namun tiba-tiba wajah seungmi yang tadinya gembira menjadi terkejut dan menautkan kedua alisnya saat melihat luhan yang berada dihadapannya dengan seorang wanita disana. luhan sangat intens dengannya bahkan mereka tertawa bersama. sangat akrab.

“siapa wanita itu?! dasar luhan bodoh!” gumam seungmi sambil melepar kotak bekalnya.

seungmi pun lari meninggalkan pemandangan yang tidak mengenakan itu. dia terus berlari. tak sadar bahwa kesehatannya telah menurun belakangan ini. dia beristirahat dibawa pohon sambil menahan rasa sakit yag ada dihatinya.

“siapa luhan? dia itu siapa?!”

—————||————–

tak biasanya luhan sudah pulang pukul 8 malam. dia memarkirkan mobilnya digarasi dan segera menuju kedalam rumah.

“aku pulang” teriak luhan berharap seungmi mendengar dan menyambutnya.

namun keinginannya lain. tak ada seorang pun yang menyambutnya. akhitnya dia memutuskan untuk kedalam dan mencari seungmi.

akhirnya luhan menemukan seungmi. dia sedang duduk dipinggiran tempat tidur sambil membelakanginya. luhan pun memeluk seungmi dari belakang.

“aku pulang chaggiya~” kata luhan manja, tak disangka pelukan hangat itu ditolak dan ditepis oleh seungmi.

luhan heran melihat seungmi begitu dingin padanya. dia terus bertanya didalam hatinya. apakah dia melakukan sesuatu yang salah?

“kau kenapa seungmi?”

“tadi siang kau bersama siapa?”

“apa?”

“jawab! kau bersama siapa saat jam makan siang tadi?!” bentak seungmi

bentakan seungmi itu membuat luhan tersentak kaget dan membuat luhan kebingungan.

“itu adalah partner kerjaku di proyek universitasku. memangnya kenapa?” kata luhan sambil menautkan kedua alisnya.

“kenapa kau begitu akrab dengannya?! apa kau sudah tidak memperdulikan aku lagi?!” bentak seungmi

sepertinya luhan sudah mulai tersulut emosinya karena seungmi terus-menerus membentak dirinya seakan luhan tak dihargai lagi sebagai kepala rumah tangga.

“wajar kan jika aku akrab dengannya dia adalah partnerku dan klienku. aku harus bersikap ramah dengannya jika tidak mau kehilangan proyekku ini !!! dan perkataanmu tadi adalah salah besar”

“bohong! buktinya kau terus memikirkan pekerjaanmu itu?! kau mencampakkan ku bahkan kita tak pernah bersama lagi belakangan ini kan! kau terlalu sibuk!”

“ya! kenapa kau seperti ini?! sudah kubilang kan aku tidak akan seperti itu!”

“akan? berarti belum kan?! cih seharusnya aku sudah tahu?!”

“ya! kenapa kau begitu keras kepala. aku sudah bilang kan ini adalah impianku!”

“tapi tidak ada 1 hari kah kau luangkan untuk kita?! bahkan kau ada waktu untuk perempuan itu!”

“seungmi, dengarkan aku dulu!”

“tidak! bagaimana bisa aku mendengarkan orang yang tidak bisa kupercaya! pokoknya besok kau tidak boleh bekerja!”

“kau ini kenapa menjadi egois hah?!”

“sudah stop! aku tidak mau medengar lagi apa yang kau katakan! jika seperti ini lebih baik kita berpisah saja. aku sudah muak!” seungmi mengatakan hal yang paling berbahaya bagi kehidupannya bersama luhan.

luhan yang merasa sangat geram akhirnya melakukan sesuatu yang sangat meyakitkan.

PLAK! sebuah tamparan keras mendarat dengan selamat dipipi kanan seungmi. luhan sudah kehilangan kontrol dirinya. dia sangat emosi karena seungmi tidak mau mendengarkan penjelasan darinya. pipi seungmi yang tadinya merah sekarang menjadi merah sekali.

seungmi terpaku. wajahnya masih menghadap ke samping -arah tamparan luhan- sambil memegangi pipinya yang merah itu. tidak sadar seungmi mengeluarkan air mata. dia pun menoleh kearah luhan dan menatap lelaki yang baru saja menyakitinya.

“padahal aku hanya ingin bersamamu. padahal aku sangat mencintaimu” kata seungmi yang sembari lari pergi meniggalkan luhan yang masih terpaku atas perbuatannya barusan.

luhan hanya terpaku menatap kedepan. tatapannya kosong. tubuhnya bergetar. dia mengangkat tangannya yang tadi ia gunakan untuk menampar seungmi. dia melihat tangannya itu merah. sepertinya tamparan itu sangat keras.

“bodoh! apa yang aku lakukan?!” gumam luhan

———-||———-

sekarang mereka berdua dalam suasana yang tidak mengenakan. dimana mereka baru saja bertengkar sangat hebat.

Seungmi ternyata tidak kemana-mana. Ia pergi kekamar sebelah atau lebih tepatnya kamar luhan. Ia mengurung diri disana. Pintunya dikunci dari dalam.

“babo namja! Padahal aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu! Dasar ikan lohan! bodoh! Apa kau tau tamparanmu itu begitu sakit! Bodoh!”

Seungmi dari tadi terus mengoceh. Dia marah-marah, sedih, kecewa seluruh perasaannya kini tercampur aduk. Dia terus memukul bantal yang berada didepannya sambil menenggelamkan wajahnya dan menangis. Matanya kini sembab karena menangis terlalu banyak.

Luhan? Yap dia hanya ingin mendinginkan kepala sebentar. Dia berada di meja bar didekat dapur. Dia terus menerus memikirkan hal ini terutama apa yang baru saja dia perbuat pada seungmi. Beberapa kali dia mengacak-acak rambutnya dan berkata “dasar luhan bodoh!” dengan kepala yang tertunduk.

Luhan tau seungmi sedang mengurung diri dikamarnya. Dia tidak ingin mengganggu seungmi. Sekarang biarkanlah mereka merenungi semua ini.

Baby don’t cry tonight

Eodumi geodhigo namyeon

Baby don’t cry tonight

Eobseotdeon iri dwil geoya

Suara ringtone handphone luhan berbunyi. Dia melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. ‘mr. zhao’. Dia adalah partner luhan untuk project besarnya yang akan mendirikan cabang universitasnya di china itu.

“halo, apa kabar mr.zhao?”

“ya luhan saya baik-baik saja.”

“ada apa anda menelpon saya?”

“luhan bisakah besok siang kau ke china, kami ingin kau menandatangani surat final dari project kita ini dan bulan depan kita dapat memulai pembangunan”

Luhan tak menjawab. Ia masih memikirkan seungmi ‘apakah tidak apa aku meninggalkannya disaat seperti ini?’

“luhan?”

“ah iya, besok siang aku akan kesana”

Luhan pun menutup handphonenya saat pembicaraan mereka sudah selesai.

Dia menatap pintu kamar yang masih tertutup itu. Dia berpikir bahwa ini harus cepat berakhir. Dengan perasaan yang dipaksakan pun dia memutar kunci serep kamarnya sendiri itu.

Klek!

Dia melihat seungmi yang sekarang sedang berselimut dan menutupi wajahnya menggunakan bantal sambil membelakangi luhan.

“seungmi”

Dia tidak menjawab.

Luhan pun naik keatas ranjangnya itu yang sebelumnya tidak pernah ada 1 orang pun yang diizinkan berbaring diatas ranjangnya. Jika ada dia akan menendang orang itu sampai jatuh.

Dia ikut berbaring disamping seungmi dan mendekapnya dari belakang tapi seungmi meronta. Dia tidak mau disentuh oleh luhan.

“ish! Lepaskan aku! Aku benci padamu!” kata seungmi sampai-sampai ia terbangun dari pembaringannya itu.

Luhan terbelalak dengan kalimat terakhir yang diucapkan seungmi. Dia menghela napas. Yah wajar saja dia bilang begitu aku sudah melakukan hal yang tak pantas bagi orang yang aku sayangi.

Luhan pun berpindah posisi. Sekarang dia berada didepan seungmi. Dia jongkok dilantai sehingga seungmi lebih tinggi darinya. Luhan menatap seungmi yang membungkus dirinya menggunakan selimut itu. Tatapannya kearah lain.

“seungmi maafkan aku  terutama atas perbuatanku tadi. Aku sungguh menyesal. Jeongmal mianhae”

Seungmi tidak menjawab. Luhan menghela napas sambil memegang tangan seungmi

“apa kau lihat lukisan itu?”

Luhan menunjuk kesatu arah. Kesebuah lukisan tangan. Lukisan itu bukan sebuah gambar tapi berisi kata-kata impian yang ia buat bersama sehun. Kata-kata itu adalah ‘kejarlah impianmu karena impianmu adalah kebahagianmu dan akan menjadi kebahagiaan orang lain. Karena impianmu adalah perjanjian hidup dengan dirimu sendiri dipetualangan hidupmu. Fighting!!! By : Luhan and Sehun (20112008)’

Sebuah foto juga ada dilukisan itu. Foto sehun dan luhan yang sedang mengacungkan jempol mereka sambil merangkul satu sama lain.

hunhan

“impian aku dan sehun adalah mendirikan unversitas yang sangat unggul dikorea dan china karena kami ingin membangun sebuah universitas yang royal dan tidak mebuat stress semua mahasiswa tapi tetap disiplin”

“tapi diantara semua itu aku paling ingin mendirikannya di china. Kampung halaman ku sendiri. Aku ingin menunjukkan kesemua orang bahwa aku bisa mencapai impianku itu”

Hening.

“tadi aku ditelpon oleh partner kerjaku. Besok aku akan ke china”

“mwo? Cih pergilah! Kau memang tidak peduli padaku!”

Tiba-tiba seungmi merasakan pusing itu lagi, dia mual segeralah dia berlari kekamar mandi menuju westafel. Dia berusaha mengeluarkan benda asing yang berada ditubuhnya itu. “ueekkk… uhuk..uhuk”

“seungmi kau baik-baik saja” kata luhan yang menepuk nepuk punggung istrinya itu.

“cih kau tidak usah mempedulikan aku, pergi sana! ” kata seungmi yang kembali lagi ketempat tidur dan duduk disalah satu sisinya tapi tetap diikuti oleh luhan.

“tolonglah mengerti ini adalah impianku. Inilah kesempatan agar aku bisa meraih impianku itu. Tolong. Aku berjanji saat aku pulang nanti kita akan bersama lagi. Selamanya”

Seungmi terdiam. Sepertinya dia sudah mulai menyadari keegoisannya itu. Ia pun tertunduk. Sepertinya luhan pun juga mengetahui itu. Ada sebuah senyuman yang terlukis diwajahnya tapi itu menghilang ketika ia melihat pipi seungmi yang ia tampar tadi masih berbekas merah. Luhan pun mengelus pipi itu

“au.. sakit”

“maafkan aku. Aku benar-benar lepas kendali tadi. maaf”

Seungmi kembali tidak menjawab. Tapi matanya kini melebar ketika luhan mencium pipinya yang tadi ia tampar itu.

“kuharap itu dapat menghilangkan sedikit rasa sakitnya dan kuharap kau dapat memikirkan lagi ucapanku tadi. Besok pagi aku harus sudah berangkat ke china karena siangnya aku harus sudah ada disana. Kuharap kamu mengerti dan tolonglah jangan membenciku”

“sekarang aku akan membiarkanmu untuk sendiri dulu. aku akan meminta jongin untuk menjagamu. Saranghae seungmi. Jaljayo” kata luhan yang memberikan pelukan hangatnya itu sambil  tersenyum dan berlalu.

———————||——————–

Keesokan harinya saat pagi-pagi buta luhan sudah berkemas dengan barang-barangnya yang banyak karena dia akan menetap 3 hari di china. Setelah kerepotan dengan barang-barangnya ia pun pergi kekamar yang ditempati seungmi.

Ia membuka pintu. Terlihat seungmi masih tertidur lelap disana. Ia tidak mau membangunkannya apalagi dengan kejadian semalam.

“seungmi, aku harus pergi sekarang. Maafkan aku. Aku janji akan kembali” kata luhan sambil mengelus kepala seungmi.

Luhan pun menutup pintu kamar. Suara tutupan pintu depan sudah terdengar pertanda dia sudah pergi.

Tidak lama setelah itu seungmi terbangun dari tidurnya. Ia tahu luhan baru saja pergi.

Kini ia menelusuri sudut kamar luhan. Dia duduk di kursi meja kerja luhan. Berantakan. Namun kini tatapan matanya tertuju pada 1 arah. Sebuah foto. Didalam foto itu ada 2 orang laki-laki yang tidak lain dan tidak bukan adalah sehun dan luhan. Dia pun tersenyum. Sekarang dia mulai menyalakan laptop luhan. Dia terus mengecek satu persatu file luhan.

Ada 1 file yang membuatnya tertarik. Ia pun membuka file itu. Ternyata file itu berisi foto pribadi luhan. Dia dalam situ terdapat banyak foto luhan dari kecil sampai sekarang.

‘ternyata dia memang narsis.hmmmph… lucu’ seungmi tersenyum

Entah kenapa kursor yang digunakan seungmi mengarah pada suatu video. Ia pun mengklik video itu. Video itu berjudul “2 idiot boy’s dream”.

Video pun dimulai.

Video itu berjalan keseorang laki-laki yang sedang membelakanginya didepan.

‘ya! Sehun ah~ lihat sini’

‘ah~ hyung kau membuatku kaget’

‘hahaha… mana aegyonya’

‘bbuing.. bbuing… hyung ah~ aku mau bubble tea’ kata sehun yang nada suaranya seperti anak kecil yang minta jajan sama ayahnya.

‘ish… kan tadi sudah beli’

Plak! Kepala sang pemuda itu pun dipukul oleh orang yang memegang kamera yaitu luhan.

‘ya! Appo! Ah hyung! Lihatlah universitas kita sedikit lagi sudah selesai’

Kamera itu menuju tunjukkan tangan sehun.

Terlihat sebuah gedung yang megah terpapar disana. Itu adalah Universitas A yang sedang tahap final pembangunan.

‘hah akhirnya 1 impian kita tercapai’ kata luhan

‘iya, suatu saat nanti jika universitas ini sudah berkembang kita akan mewujudkan 1 impian kita lagi. Mendirikan universitas di kampung halamanmu hyung’

‘hahaha… dasar dongsaeng aneh’

‘ish! Hyung sini kameranya. Daritadi kau terus yang menyorot. Gantian dong’

Kamera pun berganti tangan. Sekarang kamera itu menyorot luhan yang ada didepannya. Tampan.

‘ya hati-hati itu kamera mahal!’

‘aish sudahlah apa yang kamu inginkan setelah universitas ini jadi?’

‘tentu aku akan mendirikan universitas kita di china, kan kamu sudah di korea, aku juga mau. Yap itulah impianku. Jika ada kesempatan itu aku tidak akan membuangnya sia-sia’

‘walaupun ada sesuatu yang lebih berharga daripada itu?

‘yap tentu saja karena ini adalah impian kita. Aku tidak akan mengingkarinya!’

‘hahahaha… yosh! Baiklah. Sini hyung! Buat ini menjadi kenang-kenangan’

Sehun pun membalik kameranya yang sekarang membuat sehun dan luhan tepat berada didepan lensa kamera itu yang membuat wajah mereka berdua terekam.

‘1…2..3… Fighting!Fighting! Yakseo!hahahaha…’

Video pun habis.

Seungmi terdiam. Beberapa saat hanya 1 kalimat yang terdengar dari seungmi

“maaf”

Segera setelah itu seungmi yang masih berpakaian piyama itu mengejar luhan menuju bandara, namun sayangnya saat ia sudah sampai di pintu masuk pesawat luhan sudah lepas landas.

“luhan maafkan aku”

———-||———

BRAK! pintu depan terbuka dengan keras ternyata jongin datang karena mendapat sms dari luhan untuk mejaga seungmi selama 3 hari kedepan.

“seungmi? kau kenapa?”

“tidak… tidak apa-apa”

“pipimu kenapa? agak lebam? jangan-jangan gara-gara luhan?” raut muka jongin sekarang terluhat sangat kesal. datar namun didalam tatapan matanya ada sebuah amarah yang begitu besar.

seungmi hanya terdiam. tak bisa menyangkal bahwa itu benar adanya.

“sial! dasar laki-laki bodoh! seungmi, aku akan menyusulnya ke china sekarang. kau tunggulah disini. aku akan membuat perhitungan dengan laki-laki brengsek itu! *duh bahasanya kasar ya? maap :p

seungmi pun menghalangi langkah jongin yang ingin menuju keluar.

“jangan jongin dia sedang bekerja sekarang. jangan!”

“maaf seungmi, aku tidak bisa melihatmu sedih lagi apalagi dengan keadaanmu sekarang. maaf. tolong jangan halangi aku”

seungmi melihat jongin sangat bersungguh-sungguh. tidak seperti jongin yang biasanya. tak sadar perlahan seungmi melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan jongin. jongin pun segera pergi untuk meyusul luhan meninggalkan seungmi yang masih terpaku disana. sosok jongin tak terlihat lagi dimata seungmi.

BUGH!!! seseorang dari belakang memukul punggung seungmi.

tubuh seungmi terkapar.

gelap.

Jongin POV

aku cepat melangkahkan kakiku menuju bandara. tadi aku sudah menelpon untuk memesan tiket dan kebetulan ada kursi kosong di penerbangan jam 10 dan sekarang sudah menunjukkan pukul 9.50. aku segera masuk kedalam pesawat dan mengambil kursiku.

“luhan! kau akan mati. bodoh!” gumamku

pesawat akhirnya lepas landas. tidak makan banyak waktu karena jarak antara korea dan china cukup dekat jika menggunakan pesawat terbang. setelah menunggu akhirnya pesawatku mendarat dengan selamat di bandara internasiona ibukota Beijing.

untunglah sebelum berangkat tadi, aku sempat menelpon kekantor luhan hyung dan menanyakan dimana dia menginap dan tempat dia melakukan pekerjaannya itu. sekarang dia ada di Beijing. dia menginap di Fairmont Beijing no. 1046 namun sayang aku tidak dapat informasi tentang diaman dia bekerja selama 3 hari ini karena takut mengganggu pekerjaannya.

akhirnya aku putuskan untuk menunggunya didepan pintu kamarnya. setelah menunggu beberapa jam akhirnya orang yang kutunggu datang juga.

aku meliriknya. dia kaget melihatku sudah ada disini.

“jongin…. kamu…. kenapa bisa ke sini?”

aku hanya terdiam. sepertinya luhan hyung tahu aku sedang marah padanya sekarang. dia pun mengajakku untuk masuk kedalam kamar dan mempersilahkanku duduk.

Bugh!!! aku memberi bogem mentah untuk hyungku ini. hyung bodoh!

dia jatuh terkapar dilantai sambil memegangi pipi kanannya itu yang memerah.

“ya! apa yang kau lakukan hah?!”

“itu balasan karena kau menampar seungmi. kau bodoh!”

aku pun mengambil langkah cepat dan segera menindih tubuh luhan hyung. aku menarik kerah baju luhan hyung.

BAGH!!! BUGHH!! aku memukul wajah luhan hyung dengan sangat kerasnya karena amarah ini sudah tak tertahan lagi,. padahal baru saja aku menitipkan seungmi dan sekarang dia sudah menyakitinya.

“ya! apa kau tahu keadaan seungmi bagaimana belakangan ini hah?!”

“apa maksudmu? aku tidak mengerti!”

“bodoh!”

Bugh!!

“dia itu sedang hamil! bahkan kau tidak tahu kondisi istrimu sendiri! kondisinya sangat buruk! dasar bodoh!”

aku melayangkan tonjokannya namun itu ditangkap oleh luhan hyung. dapat kulihat wajahnya kebingungan. matanya berputar mengarah kearah lain. dia sedang berpikir.

“tunggu… dia sedang mengandung? a..apa?”

aku pun melepas cengkaraman kerah bajunya dan membiarkan dia berpikir. terus lah berpikir dan sadar akan perbuatan bodoh mu itu!

“la..lalu apa maksudmu dengan kondisi buruk?”

“beberapa hari yang lalu saat kau sibuk dengan pekerjaanmu dia pingsan dirumah untunglah aku datang berkunjung dan membawanya kerumah sakit” kata ku menjelaskan

“dokter bilang dia sedang mengandung 2 minggu tapi tidak kusangka ada sebuah kanker di rahimnya. kanker itu masih kecil jadi tidak ganas. dokter menganjurkan untuk melakukan operasi karena itu akan berbahaya jika dibiarkan tapi jika dioperasi, kalian akan kehilangan calon bayi kalian. seungmi tidak mau dioperasi dan tetap mempertahankannya” lanjutku

“dengan kata lain seungmi lebih memilih mati daripada kehilangan calon bayi kalian”

kuakui kalimat terakhirku itu sangat menyakitkan. dapat kulihat juga raut wajah luhan hyung sangat terkejut. bagaimana tidak? aku memberinya berita baik sekaligus berita buruk.

“sekarang kau sudah tahu semuanya kan? cih… kau baru menyesal meninggalkan seungmi dengan keadaan seperti itu? sekarang kau tinggal memilih yang mana. terserah! aku mau kembali ke korea!”

aku pun meninggalkan luhan hyung yang masih terpaku dan terkapar dilantai.

Luhan POV

aku tersentak kaget. bagaikan ada bom yang meledak didalam kepalaku. aku senang karena aku akan mempunyai buah hati dari kami berdua tapi dilain sisi aku juga sedih dan takut karena seungmi sedang mempertaruhkan nyawanya.

‘seu…seungmi… kau… kenapa tidak mengatakan padaku dari awal?’ batinku

aku pun berpikir. aku sangat bodoh meninggalkan wanita yang kucintai sendirian disana setelah aku melakukan hal buruk padanya. dasar bodoh! aku juga terlalu terlarut dalam pekerjaanku ini!

DRTTT!!! DRRTTT!!! there’s message there’s message

ponselku berbunyi. aku pun segera mengambil ponsel yang berada dikantong. ada pesan.

aku pun membukanya dan aku membelalakan matanya saat membaca isi pesan itu yang ternyata dari pak Kim.

luhan! sepertinya aku memang kalah tapi aku bisa berbuat apa saja untuk membalas perbuatanmu di masa lalu! aku sudah menemukan bukti bahwa kalian melakukan pernikahan palsu! aku tinggal menemukan 1 bukti lagi. kunci dari semua ini!

ada sebuah foto dibagian bawah sms dari pak Kim. foto itu ternyata adalah foto seungmi yang sedang disekap disebuah gudang. tubuhnya terikat dan mulutnya dibekap menggunakan lakban hitam bahkan matanya juga ditutup.

jika kau mau istri bohonganmu itu kembali, kau harus menyerahkan kertas perjanjian yang dibuat seungmi saat sebelum kalian menikah! jika tidak, aku tidak menjamin keselamatan istrimu! temuilah aku digedung yellow no.57, seoul

aku tidak bisa berkata apa-apa. wajahku pucat, tubuhku bergetar. perasaanku kini bercampur aduk namun sekrang yang ada dipiranku adalah keselamatan istriku. aku sudah tidak peduli dengan segalanya. sehun… maafkan aku!

aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan pak tua tidak tahu diri ini! cukup! jangan bawa-bawa seungmi kedalam masalah kita!

aku pun segera mengambil langkah seribu. aku mendengar jongin memanggilku beberapa kali dari belakang. sepertinya dia menyadari ada sesuatu yang aneh saat aku membaca sms tadi.

jongin pun berhasil menyamai larianku dan kini dia berada disampingku.

“hyung ada apa?”

“seungmi diculik!”

“mwo?! nuguya!?”

“pak Kim. apa kau tidak menjaganya hah?! kau juga bodoh!” balasku karena tadi dia sudah mengataiku bodoh berulang kali.

“ma.. maaf… tapi ini semua kan gara-gara kamu juga hyung!”

“sudahlah… yang terpenting sekarang kita harus kembali ke seoul!”

jongin hanya mengangguk dan kembali berlari bersamaku dengan secepat kilat. sambil berlari aku pun menelpon pihak bandara dan cepat-cepat memesan tiket ke seoul hari ini juga untuk 2 orang.

pada waktu sampai di lobby aku bertemu dengan mr. zhao. dia kemari untuk menjemputku karena ada meeting lagi.

“lho? luhan? kau mau kemana?” tanya mr. zhao padaku

aku pun berhenti dan memasang tampang seriusku pada mr.zhao. aku sudah tidak peduli lagi dengan semuanya. sekarang yang ada dipikiranku ada seungmi! aku pun menundukkan badan.

“maafkan aku mr.zhao. aku harus pulang ke seoul sekarang. ada keadaan genting! aku tidak bisa melanjutkan proyek kita. maafkan aku”

“eh… tapi…. luhan!!! kau tidak bisa seperti itu! hei!”

aku mendengar mr.zhao tidak terima bahwa aku mundur dari proyek ini. maaf… seungmi lebih penting dari apapun sekarang… ah bukan sekarang tapi selamanya

aku pun segera menaiki pesawat ketika nomor penerbangan kami -aku dan jongin- sudah siap untuk terbang. beberapa menit kemudian pesawat kami lepas landas. didalam pesawat aku hanya memainkan jari jemariku dan kakiku. aku sungguh gelisah.

“hyung apa kau benar-benar mau memberikan surat itu?” tanya jongin padaku

“iya, wae?”

“tidak.. tidak apa-apa”

setelah itu kami tidak saling berbicara lagi sampai kami tiba di bandara seoul. kami pun segera pergi kegedung yang dibicarakan pak Kim tadi. aku membawa surat perjanjian itu didalam amplop besar berwarna cokelat ini.

butuh waktu beberapa menit saja untuk menjangkau tempat itu. tempatnya memang jauh dari keramaian tapi masih disekitaran seoul. kami pun sampai ditempat itu.

kami berusaha untuk menyelinap dan berharap bisa menyelamatkan seungmi tanpa memberikan surat penting ini.

aku dan jongin pun secara bersamaan masuk kedalalm gedung itu. ketika kami bertemu dengan komplotan itu kami pun selalu memukul mereka dari belakang yang membuat mereka pingsan. naas perbuatan kami ini ketahuan dan kami pun bermain kucing-kucingan dengan para penculik itu.

aku masih berusaha agar surat itu tidak jatuh ke tangan mereka. ketika ada penjahat didepanku pasti aku akan langsung melempar amplop coklet itu ke jongin yang berlari diatasku atau lebih tempatnya dia berlari diatas sebuah jalanan papan yang digunakan pekerja pembangunan untuk membangun gedung ini namun tidak dilanjutkan dan menjadi terbengkalai.

aku pun terus menerus melakukan yang tadi kujelaskan dengan jongin. saat menemukan persimpangan jalan kami berdua pun berpisah dengan aku yang memegang surat ini. aku tidak tahu bagaimana nasibnya nanti. sekarang yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar aku terlepas kejaran orang yang ada dibelakangku ini dan menyelamatkan surat penting ini. aku pun bersembunyi dibalik tumpukan kardus yang tidak terpakai namun naas saat aku menoleh kedepan ternyata aku sudah dibekap dan dipukul.

aku berjalan lunglai mengikuti arah jalan mereka. mereka membawaku kesebuah ruangan saat pintu terbuka aku melihat jongin sudah bertekuk diatas lantai.

“maafkan aku hyung. aku gagal lolos”

aku tahu pasti lambat laun kami akan tertangkap dan rencana ini gagal total dan pada akhirnya aku harus menyerahkan universitasku pada pak Kim dan semua orang yang mengincarnya termasuk keluargaku dan sehun.

aku juga tidak tega melihat anak ini-jongin- juga terseret kedalam permasalahan lama ini. aku pun hanya tersenyum agar jongin tidak merasa bersalah.

aku dapat melihat ada seungmi dihadapanku. kondisinya sangat lemah, wajahnya sangat pucat, tubuhnya masih diikat dan mulutnya masih dilakban. aku tidak tega melihat wanita yang kusayangi seperi itu.

“heh… kau datang luhan… yah cepat juga untuk kau yang tadinya berada di china”

“diam kau! kau mau ini kan?! cepat serahkan seungmi padaku sekarang!” kataku sambil menyodorkan kertas yang diinginkan oleh pak Kim.

“baiklah, lepaskan dia” perintah pak Kim pada orang yang berada disebelahnya.

seungmi pun dilepaskan. aku senang karena seungmi sebentar lagi akan berada ditanganku tapi aku juga sedih karena untuk berdiri saja dia tidak bisa. sangat lemah.

aku pun melempar amplop cokelat berisi kertas perjanjian itu seiring seungmi dilepaskan dan berjalan lunglai kearah ku.

namun ditengah perjalanan, seungmi tiba-tiba jatuh. dia terkapar dilantai dengan lemasnya. aku tahu ini akan terjadi karena kondisinya benar-benar sangat buruk.

aku pun berlari kearahnya begitu juga dengan jongin yang daritadi dibelakangku.

“seungmi! kau tidak apa? jawab!” tanyaku sambil mletakkan kepala seungmi dipangkuanku

“lu…luhan… kau kembali? maafkan aku” kata seungmi sambil meneteskan airmatanya

“sudahlah jangan bicara lagi. kondisimu sangat lemah.ayo kita kerumah sakit”

saat aku mengucapkan kalimat terkahir tiba-tiba seungmi pingsan dipangkuanku. tiba-tiba jongin teriak memanggilku.

“hyung! lihat! seungmi pendarahan”

“mwo? kita harus cepat-cepat membawanya kerumah sakit. ayo jongin!”

aku pun menggendong seungmi menuju kerumah sakit. tapi sebelum itu saat aku berpapasan dengan pak Kim aku melihatnya dengan penuh tatapan kebencian.

“kau puas kan? puas?! kau bisa mengambil semuanya! aku tidak peduli lagi dan asal kau tahu seungmi… orang yang telah kau lukai ini sedang mengandung dan mengidap kanker rahim. kau sangat…… aish!” aku tidak dapat melanjutkan kata-kata ku lagi. aku sungguh ingin memukul orang tua sialan itu! *maap yaaa bahasanya kasar ._.v

aku pun meninggalkan pak Kim yang terpaku disana. sepertinya dia shock karena dia baru saja membahayakan nyawa seseorang hanya untuk secarik kertas.

aku dan jongin membawa seungmi kerumah sakit terdekat. seungmi pun langsung dilarikan ke ruamg UGD dan segera ditangani oleh para dokter dan suster. tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD.

“bagaimana keadaannya dok?” tanyaku dengan penuh khawatir

“apa dia baik-baik saja?” lanjut jongin

“untunglah dia dibawa tepat waktu kesini. pendarahannya cukup hebat namun keduanya berhasil selamat dari masa kritis. tolong jaga dia baik-baik. kondisinya sangat lemah dan kurang asupan nutrisi untuk seorang wanita yang sedang hamil”

“ah iya apakah disini ada suami dari seungmi?”

“saya dok” ucapku

“dia sedang mengidap kanker rahim. apakah kalian mau mengambil tindakan operasi?”

“akan saya tanyakan ketika dia sudah sadar dok”

“baiklah kalian boleh melihatnya tapi hanya sebentar sampai keadaanya pulih”

kami berdua hanya mengangguk kepada dokter.

“hyung sebaiknya kau dulu saja yang masuk, biar aku nanti saja”

“terima kasih jongin”

aku pun memakai pakaian steril dan masuk keruangan seungmi. aku dapat melihat banyak alat kedokteran yang tidak aku mengerti menempel ditubuh istri tercintaku ini. seungmi juga memakai alat bantu pernapasan dan juga memakai infusan di tangan kanannya. dia masih belum sadar. wajahnya masih agak pucat namun tak sepucat tadi.

aku pun menghampiri dan berdiri disebelahnya. aku mengelus rambutnya yang panjang dan halus itu

“maafkan aku seungmi. aku sungguh minta maaf. aku memang lak-laki yang tidak bertanggung jawab dan bodoh! aku tidak pantas untukmu!” kataku sambil tertunduk

tiba-tiba saja tangan seungmi menyentuh tanganku. aku langsung mengangkat wajahku dan kutemukan wanita itu sudha membuka matanya sambil tersenyum padaku.

“luhan… jangan berkata seperti itu. aku tidak suka” tergasnya walaupun nada suaranya masih sangatlah lemah.

“seungmi kau sudah sadar? sebentar ya aku panggilkan dokter dulu” kataku sambil melangkahkaan kakiku namun dicegah olehnya

“jangan… aku… mau bersamamu sekarang. maaf aku sangat egois kemarin”

“sudahlah, aku yang salah. aku sudah mengabaikanmu dan calon bayi kita”

“hmph… kau sudah tau ya” katanya sambil mengukir segaris senyum

“iyaaa…” kataku dengan suara lirih yang mengetahui bahwa seungmi harus memilih pilihan yang sulit. mengerti dengan nada suaraku yang aneh seungmi pun menenangkanku. dia menyentuh pipiku dan mengelusnya dengan lembut. aku sangat merindukan sentuhan tangan ini.

“sudahlah… aku akan lebih memilihnya daripada memilih diriku sendiri. itu tugas seorang ibu bukan?”

“tapi aku tidak mau kehilanganmu seungmi”

“ayolah kau harus mengerti. aku tidak mau kehilangan bayi kita. kau bisa mengerti kan?”

“baiklah jika itu keputusanmu” dengan berat hati aku menyetujui keinginannya itu.

aku pun memnunduk dan meletakkan kepalaku kearah perut seungmi.

“sayang~ appa disini. appa akan menjaga eomma mu dengan baik dan tidak akan meninggalkan kalian lagi. appa berjanji”

beberapa hari kemudian seungmi sudah dipindahkan keruang perawatan. sekarang aku dan seungmi sedang berjalan-jalan disekitar area rumah sakit. aku mendiring kursi roda seungmi.

“yaaaaa!!!! luhan ah~!!!” tiba-tiba seungmi berteriak mengagetkanku. aku langsung berlari kehadapannya

“wae? waeyo?!”

“kau menukarku dengan kertas perjanjian kita kan?”

“tentu saja tidak” jawabku santai

“maksudmu?”

aku pun menerawang kesaat kami melakukan transaksi penukaran itu

Flashback

saat didalam pesawat jongin memberikan sebuah ide yang kupikir sangatlah bagus dan cerdas.

“hyung bagaimana jika kita menukar kertas perjanjiannya? kita akan memanipulasi kertas itu”

“maksudnya?”

“kita akan memasukkan surat perjanjian itu didalam sebuah amplop cokelat dan kita akan merekayasa agar mereka yakin bahwa isi amplop itu adala surat perjanjian kalian”

“baiklah”

kami pun merekayasa adegan kejar-kejaran agar komplotan dan pak Kim yakin bahwa amplop yang kami lempar satu sama lain adalah amplop yang berisi surat itu.

sebenarnya surat yang asli ada disuatu tempat yang tidak akan diketahui pak Kim.

Flashback End

“yah… ada untungnya juga sih kamu pingsan waktu itu jadi aku punya alasan untuk keluar segera dari tempat itu sebelum pakKim menyadari bahwa isi dari amplop itu dalah palsu. hahahaha… aku jadi ingin melihat wajahnya”

“ish….dasar kau! apa kau tidak khawatir denganku”

“ya! apa kau tidak tahu?! saat kau pingsan dan pendarahan didepanku, kau takut setengah mati!”

“lalu, apa yang terjadi dengan proyek universitasmu itu?”

“ah itu, aku membatalkannya?”

“ya! kau ini bodoh! kau bisa kehilangan universitasmu itu kan?!”

aku pun jongkok untuk mensejajarkan diriku dengannya. aku pun mengelus rambutnya sambil tersenyum

“aku lebih memilih kehilangan semua hartaku daripada kehilanganmu”

seungmi hanya menautkan kedua alisnya.

“maafkan aku… aku memang selalu merepotkanmu”

“tidak… kau adalah orang yang sangat berharga untukku. aku akan melakukan apa saja untukmu. saranghae chaggiya~” aku pun memeluk wanita ini. hangat. aku sangat merindukan kehangatan dirinya dan dia pun juga membalas pelukanku dengan begitu eratnya.

“luhan….”

tiba-tiba saja mr.zhao menghampiri aku dan seungmi

“lho… kenapa anda bisa ada disini?”

“proyekmu berhasil luhan. saat kau pergi akulah yang menggantikanmu. mereka tidak mau melepas proyek yang sangat bagus dan besar ini. aku beralasan bahwa kau sedang sakit dan kau mengutusku untuk mempresentasikan proyek kita dan itu berhasil hahahaha….”

“ah.. benarkah? wah… terima kasih mr.zhao aku sangat berhutang budi padamu. terima kasih”

“iyaaaa… sama-sama lagipula keuntungannya besar juga kan? hahahahaha”

aku agak bingung melihatnya. dilain sisi aku sangat menghormati dan mengaguminya sebagai seorang yang sukses dibidang bisnis tapi ternyata dia orangnya sangat santai, membuatku tidak berasa seperti formal padanya.

“ah iya ini adalah berkas-berkas yang sudah ditanda tangan resmi oleh seluruh pihak yang terlibat”

“ah terima kasih mr.zhao aku sangat berhutang budi padamu”

“sudahlah tak apa. ah jaga istrimu itu jangan sampai ditinggalkan lagi”

“baik!”

Author POV

semuanya telah berakhir. perusahaan dan universitas luhan kembali aman setelah pak Kim tertangkap karena luhan melapor atas tindak penculikan dan tindakan hampir melayangkan nyawa seseorang untuk pak Kim.

seungmi sudah keluar dari rumah sakit. jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. tak terasa kandungan seungmi sduah menginjak 9 bulan berarti sedikit lagi seungmi akan melahirkan.

banyak sekali kejadian yang merepotkan, aneh tapi menyenagkan selama seungmi mengandung dan luhan lah yang mejadi korban terkadanga juga jongin yang terkadang berkunjung untuk melihat seungmi.

seungmi yang notabene mengidap penyakit kanker rahim kini hanya bisa terbaring didalam ranjang kamar mereka -luhan dan seungmi-

sekarang seungmi dan luhan sedang terlelap didalam kamar mereka. tiba-tiba seungmi membangunkan luhan sekitar jam 2 pagi.

“luhan, bangun. aku ingin sesuatu” belakangan ini seungmi memang mepunyai acara ngidam yang aneh-aneh.

“mmm… wae? aku ngantuk…. sebentar lagi ya”

“andwae, aku maunya sekarang. ini adalah permintaan calon anak kita”

luhan selalu kalah jika seungmi mengatakan hal itu. dengan malas luhan pun bangkit dari pembaringannya.

“kamu mau apa?”

“bermain sepak bola lah untukku lalu belikan bubble tea juga terus nyanyikan aku sebuah lagu”

“banyak? jam segini?” kata luhan smabil menunjuk kearah jam 2 pagi

“iya, permintaan dia” kaya seungmi sambil menunjuk perutnya yang sudah membuncit besar itu.

“baiklah”

dengan malas luhan pun menuruti permintaan istrinya yang berdalih bahwa itu adalah permintaan bayi mereka.

luhan pun bermain sendiri jam 2 pagi ditaman halaman belakang. sengmi hanya melihatnya namun lama-kelamaan dia ingin ikut dan pada akhirnya dia ikut bermain bola dengan luhan.

“hei! kau duduk saja sana! bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu”

“ih nggak mau! aku mau ikut main!”

akhirnya dengan keras kepalanya seungmi, luhan pun mengalah dan membirkan seungmi unutk melakukan apa yang dia mau karena seungmi lebih mengetahui kondisinya sendiri bukan?

sebenarnya seungmi telah memaksakan dirinya sendiri. dia tidak mau hanya tertidur seharian hanya karena kanker rahim yang ia derita selama masa kehamilan atau meungkin sebelumnya.

tiba-tiba seungmi jatuh terpelungkup di rerumputan. luhan pun kaget dan segera lari menghampirinya. wajah seungmi sangat pucat. napasnya tidak beraturan dan keluar keringat dingin. dia terus memegangi perut bagian bawahnya.

“seungmi kau kenapa?”

“sepertinya aku mau melahirkan tapi perutku sangat sakit!”

terlihat ada darah yang mengalir dikaki seungmi. ketubannya juga sudah pecah.

“kita harus segera kerumah sakit”

luhan pun membawa seungmi kerumah sakit. ditengah perjalanan seungmi terus meronta kesakitan. antara mau melahirkan dan menahan kesakitan kankernya itu.

mereka pun sampai rumah sakit. tim dokter segera membawa seungmi untuk melakukan persalinan.

“maaf apa anda suaminya?”

“iya ada apa dok?”

“seungmi tidak bisa melahirkan secara normal. bayi anda harus dicaesar karena kanker rahim yang diderita seungmi”

“lau bagaimana dengan seungmi?”

“kemungkinannya 20% seungmi dapat selamat”

luhan terlihat sangat shock ketika kemungkinan seungmi hidup dengan kanker yang dia derita adalah hanya 20 % saja. ‘tuhan tolong berikan keajaibanmu pada seungmi’

luhan tahu bahwa apapun yang terjadi seungmi akan memilih bayi mereka dibanding dengan nyawanya sendiri. akhirnya luhan pun memutuskan untuk melakukan caesar untuk seungmi.

operasi dimulai. luhan diperbolehkan untuk masuk menemani seungmi arena seungmi meminta ditemani luhan.

seungmi sudah berbaring dimeja operasi dengan luhan yang berada disampingnya. seungmi pun dibius total tapi sebelum dia kehilangan kesadarannya sempurna, seungmi berpesan pada luhan.

“luhan jika aku tidak selamat… tolong jaga anak kita”

itulah kata-kata terakhir seungmi sebelum dia melakukan operasi. operasi berjalan lancar pada awalnya.

HUUEEE!!! HUUEEE!!

sebuah suara tangisan bayi terdengar dengan lantanganya bersamaan dengan kondisi seungmi yang terus menerus menurun. luhan menghampiri bayi mereka.

“selamat pak. anak anda berjenis kelamin laki-laki”

perasaan luhan tak tertuang lagi. dia sangat senang. dia merekahkan senyuman selebar-lebarnya. dia masih tidak percaya. luhan mencium wajah sang malaikat kecilnya itu dengan sangat haru. luhan juga menggendonga bayinya.

namun tiba-tiba perasaan senang itu menjadi tegang kembali.

“dok, detak jantung pasien menurun terus menerus”

“seungmi! tidak!” teriak luhan

TUUUUUUUTTTTTTT~ detak jantung seungmi menghilang

“dok! kita kehilangan pasien!”

dapat terlihat luhan memasang wajah takut dan shock saat dia melihat detak jantung seungmi menunjukkan garis lurus dilayar. luhan pun ditenangkan oleh salah satu suster dan dipersilahkan untuk mundur.

“suster lakukan kejut jantung sekarang!”

“baik dok”

dokter pun mengeluarkan alat kejut listrik yang diarahkannya pada bagian jantung seungmi.

“1…2…3…” BUK! tak berhasil

“suster tambahkan tegangannya… 1…2…3” BUK! tak berhasil

“tambahkan tegangannya! 1…2…3..” BUK! tak berhasil

TUUUUUUTTTTT~

“maafkan kami…. kami sudah berusaha”

bagaikan tertiban oleh beban yang berat diatas kepala, luhan hanya menatap wajah istrinya yang telah menutup mata selamanya. tanpa dia sadari dia meneteskan airmata. airmata itu mengalir dengan derasnya namun wajah luhan masih tetap datar. dia masih terpaku.

“tidak! seungmi! jangan tinggalkan aku! seungmi!” teriak luhan sambil menangis.

luhan pun menerobos kedepan dan menghampiri seungmi yang terus menutup matanya sambil tetap membawa anak mereka yang terus menerus menangis dengan kerasnya.

“seungmi, ini anak kita. kau harus bertahan! tolong jangan tinggalkan kami!”

luhan menangis dengan kerasnya. dia tidak percaya seungmi telah tiada. dia tidak menerima kepergian seungmi yang begitu cepat.

luhan meletakkan bayinya itu disamping seungmi. bayi yang tadinya menangis sekarang wajahnya penuh damai dan tenang saat disandingkan dengan sang ibu yang sudah kehilangan detak jantungnya itu.

“seungmi tolong bertahanlah! seungmi!!!!!”

hanya garis panjang yang terlihat dilayar detak jantung………

*******

*******

*******

*******

the end? yakin?

*******

*******

*******

masih mau lanjut?

*******

*******

*******

yakin?

*******

*******

*******

masih penasaran juga?

*******

*******

*******

ya ampun belom nyerah juga ya?

*******

*******

*******

beneran mau dilanjutin lagi nih padaha udah the end lhooooo

*******

*******

*******

*******

wah dibilang udah the end…. yaudah deh lanjut *tabok thor

beberapa tahun kemudian luhan sedang mengawasi anak mereka -luhan dan seungmi- bermain. anak itu diberi nama Han YooGeun dan sekarang yoogeun sudah berumur 4 tahun. lucu. yoogeun sedang bermain bola sepak, sama seperti ayahnya.

luhan sedang duduk dikursi teras sambil membuka album foto. album foto itu berisi foto-foto luhan dan seungmi saat mereka masih bersama dulu. luhan sangat sedih melihat album foto itu. dia masih mengingat kejadian itu. kejadian yang sangat menyakitkan untuknya.

tiba-tiba yoogeun menghampiri luhan yang terlihat sedang sedih itu.

“appa… appa kenapa? appa cedih?”

“ah tidak… kamu kenapa berhenti bermain sayang?”

kata luhan sambil mengelus-elus rambut yoogeun itu.

“mmm… aku tidak mau main kalo appa cedih”

“ahahahaha… tidak… appa hanya sedang memikirkan eommamu?”

“eomma?”

“iya eommamu”

yoogeun hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi. luhan pun kembali melihat album fotonya itu.

terdengar suara berisik dibelakang. hah… sepertinya itu yoogeun. namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pundak luhan. tangan itu memeluknya dengan sangat hangat dan lembut.

“kamu kenapa chaggiya?”

“ah… seungmi… hahaha… tidak aku sedang mengingat saat kau waktu melahirkan yoogeun 4 tahun yang lalu”

seungmi pun duduk disebelah luhan diikuti dengan yoogeun dibelakangnya.

“appa cekarang tida cedih lagi kan? kan cudah ada eomma” kata yoogeun dengan tampang polosnya.

“hahahahaha… kamu ini memang sangat perhatian sayang~ terima kasih yaaa” kata luhan sambil menggendong yoogeun dan mencium pipinya yang cabi itu.

“hahahaha… iyaa appa. cekarang yoogeun mau main lagi. turunkan yoogeun!” kata yooguen meronta

“iya..iya ish baru lucu sekarang kamu mirip eommamu” kata luhan sambil menurunkan yoogeun dan mencibir.

yooguen hanya membalas luhan dengan menjulurkan lidahnya kedepan lalu pergi lagi bermain dihalaman belakang.

luhan pun menghampiri seungmi yang sedang duduk dibangku teras. tempat yang ia tempati tadi. saat duduk luhan memeluk seungmi. dia bersender dibahu seungmi.

“kamu masih memikirkan kejadian itu ya?”

“iya… aku masih tidak percaya kau kembali”

seungmi hanya tersenyum sambil menggengam tangan luhan.

“hei apa kau tahu? saat aku kehilangan kesadaranku… aku ada disuatu tempat yan gelap tapi tiba-tiba aku mendengar suaramu dan suaramu itu menuntunku. kata-kata aku mencintaimu. itulah yang sangat kudengar. terima kasih. tapi maaf karena sekarang 1 rahimku sudah diangkat. maafkan aku” kata seungmi tertunduk

“tidak apa-apa aku lebih takut jika aku kehilanganmu. lagipula kau telah memberiku seorang malaikat kecil yang sangat berharga”

seungmi pun menoleh keraha luhan dan tersenyum padanya.

cup! seungmin mencium luhan.

“terima kasih ya. berkat kau aku bisa hidup sampai sekarang”

“iya”

tiba-tiba yoogeun menghampiri luhan dan menarik tangannya

“appa…eomma… ayo main bola cama aku. appa cudah tidak kangen cama eomma kan? ayo temani yoogeun”

“iya..iya tunggu sebentar ya sayang~” ucap luhan

“huh… yoogeun lebih memilih main cama paman jongin”

“sayang~ paman jongin sedang sibuk dengan pekerjaannya. nanti kita pergi mengunjunginya ya” kata seungmi menengangkan yoogeun

“hahaha… lihatlah dia sangat mirip denganmu”

“iya… tapi manjanya sama kayak kamu… iya…iya sayang~”

luhan dan seungmi pun menghampiri yoogeun dan bermain dengannya. luhan melihat seungmi dan yoogeun bermain dengan sangat bahagianya. tiba-tiba luhan teringat dengan sehun.

‘sehun aku bahagia disana? aku sangat bahagia disini. akhirnya aku bisa menemukan orang yang benar0benar akan menemani hidupku ini. kuharap kau juga bahagia disana bersama hyemi‘ batin luhan sambil menatap ke langit berharap sehun bisa meluhatnya dari sana

The End~

wohoooooooooooo!!!!! akhirnya selesai juga ff thor yang satu ini

maafkan thor jika ada kesalahan atau ceritanya kurang nyambung dan juga banyak typonya maafkan thor yaaaaa ><

maafkan thor juga karena baru bisa post ini sekarang karena thor sibuk urusin tugas sekolah yang sanga bertumpuk itu *BOW

terima kasih kepada semua pembaca yang sudah membaca ff thor yang ancur lebur ini ><

Leave Comment Please

Iklan

About deerchopper

No matter what happen.... EXO is EXO! support EXO and Mr. crazy galaxy, Wuyifan ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Posted on Mei 23, 2013, in chapter, EXO, Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Kkkyyyyyaaaaa~~~~!!!!
    Daebak thorrrrr~~~~!!!!
    Sumpeh thor,lu bkin jantung ane mau copot,,gua kira is seungmi mau pergi,,cciieeee~~~!!!
    Udah pnyah anak XD
    Yoogeun XD

  2. Yaampun aku kira si seungminya udah ‘end’. Aaaaaaa daebak thor 🙂

  3. dikirain seungminya mati thor. waahhaha daebak daebak.akirnya setelah menanti nanti episod selanjutnya dan setia mantengin (?) kelar juga FFnya. happy ending pula. daebak thor, ditunggu FF seru lainnya dari bias luhan 🙂

  4. yes happy end . Daebak ff nya .

  5. Waaaaaa!!!
    Kereeen thor!!!
    Akhirnya happy end jga.. ^^
    Author keren deh kata katanya.. Pas banget kalau chap 1 smpe final dijadiin sebuah novel ^^
    Keep writing ~
    Figthing !!!

  6. Ini END thor ??
    Aigooo!!
    FF yang kejam”masam ini akhirnya end jugaa !!
    Ya Luhan FF ini itu ASTKITVSRAPRPFPCFFSXGOIRKARXADPTKXTK
    aahhh,pokoknya DAEBAK SUPER DUPER deeehhh!!
    Kirain tadi itu si seungmi udah jadi hantu !!
    Aaahhhh,jongin jadi seorang paman yaa?
    Ciee ,sabar ya yoogeun 1 abad lagi kamu bakal punya adik kok ..
    Dari paman jongin dan tante(yaitu aku)
    /plaakk/
    Udah deh ,komennya kpanjangan + telat jaman lagii !!
    Ya intinya saya telat jaman / Norakk …
    \itu karma bagi saya, efek dari kebanyakan anak”EXO saya nistakan di FF buatan saya/

  7. kya keren thour aku mbacanya sampek nangis nagis

  8. Daebak thor
    Keren banget
    Lanụt ff ff lain ya fighting tetep nulis ff yang lain ‘-‘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: