Baby Don’t Cry Chapter 2

BDCver2

by : Deerchopper

Cast : Kris | Baekhae | Chanyeol | Junghee

Genre : Songfic, Drama, Romantic, Sad, Hurt, Fantasy

Disclaimer : Castnya punya orangtua mereka masing-masing. ide cerita diambil dari lagu EXO (yah… you know lah). alur cerita murni dari pikiran thor sendiri so, no Plagiat, welcome to readers 😀

Okay, Let’s go and beware of typo !!!

“Krissss… Baekhaeee…”

Chanyeol sudah pulang kerumah bersama dengan Junghee. Dia kebingungan karena tidak ada seorang pun dirumah padahal biasanya Kris sudah pulang jika waktu makan malam tiba.

Tiba-tiba dari arah pintu terdengan suara seseorang.

“lho? Chanyeol kau sudah pulang?” kata Kris sambil memiringkan kepalanya.

“Kris oppa….!!!”

Junghee langsung antusias karena orang yang disukainya kini berada didepannya. Dia langsung saja menyambar tubuh Kris dengan pelukan. Kris dengan santai melepaskan pelukan yang tidak nyaman untuknya.

“Junghee, lepaskan aku ya” kata Kris sambil melepaskan lingkaran tangan Junghee ditubuhnya. Junghee pun menuruti kata-kata Kris.

‘lho? Kenapa Junghee bisa mengenal Kris? Dan Kris? Kenapa mereka saling mengenal?’  batin Chanyeol.

“kalian kenapa sudah saling kenal?” celetuk Chanyeol

“ah… Junghee itu yuniorku di kampus”

Chanyeol hanya menggangguk-angguk saja. Mengiyakan kata Kris.

“Hei, Baekhae perkenalkan ini Junghee”

“pssttt… dia siapamu, Chanyeol?” kata Baekhae sambil menyenggol-nyenggol lengan Chanyeol.

“ish.. dasar anak kecil. Jangan berpikir yang macam-macam ya” kata Chanyeol smabil memukul lembut kepala Baekhae.

            “Baiklah, ayo kita tidur. Tapi disini hanya ada 3 kamar. Ah iya aku dan Kris akan berbagi kamar. Junghee tidurlah dikamarku dan Baekhae kau bisa memakai kamar tamu yang disana” kata Chanyeol sambil menunjuk ke satu arah.

***

            Pagi hari disambut oleh datangnya matahari yang terbit dari sebelah timur membuat semua orang terbangun akan sinarnya yang terang. Namun tidak denganku. Mataku masih terbuka daritadi malam beda dengan orang yang disebelahku ini di sudah membuka mulutnya dan mengeluarkan air liurnya itu saat tertidur.

Aku melirik ke orang yang sedang tertidur disebelahku ini. Kris..

Kenapa dia sudah mengenal Junghee? Lalu Junghee juga snang sekali saat melihat Kris tadi. Wajahnya berbinar-binar bagaikan menumukan harta berharga yang sudah lama hilang.

Hah…. Aku menarik napas panjang berusaha untuk menenangkan pikiranku.

“Chanyeol, Junghee siapamu?”

“lho kau sudah bangun, Kris?”

Kris bangkit dari pembaringannya dan bersandar pada bantalnya yang terletak dibelakangnya.

“sudahlah,kau jawab saja pertanyaanku”

“dia… dia adikku”

“adik? Setahuku kau tidak punya adik kan?”

Bagaimana ini? Aku belum mau menceritakan semua ini padanya. Ada sesuatu hal yang pasti hal itu akan menggemparkan seisi dunia ini. Bagaimana caranya aku mengelak? Aku tidak boleh menceritakan semuanya.

“hei, jawablah…”

‘Aduh bagaimana ini’

Aku hanya terdiam berusaha menutup mulut ini, namun Kris kini sedang menunggu pengjelasanku.

“kau mencurigakan sekali, Chanyeol”

“bukan, bukan begitu… Junghee itu….”

PRANG!!!

“oppa!!!” tiba-tiba suara Junghee berteriak dipagi hari terdengar begitu kencangnya yang sebelumnya tadi ada suara benda jatuh.

Spontan aku dan Kris pun langsung loncat dari tempat tidur dan segera melihat apa yang terjadi dengan Junghee diluar.

“Kenapa? Ada apa? Kebakaran?” kataku panik

“bukaaaaannn…. Lihat apa yang dilakukan orang asing itu?”

Aku dan Kris pun langsung mengalihkan mata ke sumbernya. Benar saja, Baekhae sedang memunguti pecahan piring yang kini sudah berceceran disekitarnya.

Baru saja aku ingin menolong namun hal itu sudah didahului oleh Kris.

‘tumben dia begitu perhatian dengan seorang wanita, padahal dia selalu bersikap acuh pada setiap wanita yang baru saja dikenalnya’ batinku melihat keheranan yang berada didepan mataku kini.

***

            Matahari telah meninggi hampir diatas kepala.

Kuambil secangkir jus apel yang kini sudah kuteguk sebagian di balkon. Ku topangkan daguku.

“dia lambat sekali” cemoohku sendiri.

Sret! Tiba-tiba ada seseorang yang memeluk perutku. Hah… akhirnya yang ditunggu muncul juga. Aku menunggunya lama sekali. Kupalingkan wajahku kebelakang. heh… dia sudah berani menyentuhku rupanya.

“Baekhae, kenapa ka……. Junghee…”

Ternyata itu adalah Junghee. Hah.. padahal aku sudah senang. Hah? Senang? Apa yang aku senangi?

Aku pun melepaskan pelukan dari Junghee dengan lembut.

“ada apa, Junghee?”

“oppa… kenapa kau terus menolakku?”

“hah? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“….”

Aku menghela napas. Sebenarnya aku tahu apa maksudnya tetapi aku tidak mau memberinya harapan karena aku tidak bisa membalas perasaannya.

“Junghee, kau tidak usah memikirkan hal seperti itu,ok?”

Kulihat Junghee hanya mengangguk manis didepanku. Adik yang sangat lucu. sangat menuruti apa kata kakaknya.

“Kris….”

Seseorang memanggilku. Benar saja, Baekhae yang kutunggu sedari tadi akhinya benar-benar muncul sekarang.

“cantik…” gumamku

Aku sangat terkesan dengan penampilannya kini. Aku baru sadar bahwa dia sangat cantik dan manis, mungkin karena kemarin penampilannya terlalu berantakan makanya aku baru sadar sekarang. Aku hanya terpaku melihatnya.

“Kris?”

“ah! Iya… aaaa… kau sudah siap ya. Yasudah ayo pergi”

Aku pun menghampirinya dan menggengam tangannya. Baekhae juga sepertinya tidak keberatan. Dia hanya mengikuti tuntunan tanganku ini.

DEG!

***

            Aku melihat Junghee di ruang tengah. Sepertinya dia melihat seseorang. Aku pun menghampirinya.

“lho? Kris dan Baekhae mau kemana? Hahaha… segala gandengan tangan pula… tumben” kataku sambil melihat apa yang Junghee lihat dari kejauhan.

Aku pun menoleh kearah Junghee. Aku menautkan kedua alisku. Kenapa wajah Junghee begitu kesal? Dia hanya terpaku pada apa yang ia pandangi sekarang. Marah.

Setelah melihat pemandangan tak enak itu pun , aku mengajak Junghee pergi keluar. Setidaknya dia bisa meredam sedikit hawa panas yang sedang mengerubungi pikirannya itu.

Sepanjang perjalanan kami berdua hanya terdiam dalam malam. Aku bingung harus memulai pembicaraan ini darimana karena melihat wajahnya begitu sedih tadi.

“oppa….”

“ah iya? Kenapa?”

Akhirnya Junghee memecah suasana kecanggungan ini. Ada kelegaan semu yang sulit kuuangkapkan antara senang namun aku juga ingin menyelinap kedalam pikirannya, aku ingin mengatahui apa hubungan junghee dengan kris selama ini.

“apa kau tahu kris oppa kemana?”

Aku agak kesal dengan pertanyaannya itu. Aku memang ingin mengetahui hubungan mereka sejauh apa tapi apa dia tidak bisa membaca keadaan jika kami sekarang sedang berdua.

“memangnya kenapa? Apa hubunganmu dengannya? Apa kau cemburu melihat Kris dan Baekhae?”

Pertanyaanku mungkin sangat keterlaluan. Jujur, itu terlontar saja dari mulutku. Aku memang tipe orang yang langsung berbicara, bisa dibilang sebagai blak-blakan.

Kulihat Junghee langsung menoleh kearahku aku tidak peduli dengan tatapannya yang aneh itu.

“kau kenapa oppa? kau sangat aneh”

“kenapa? Apa kau tidak bisa melihat, kau bersama siapa sekarang? Kenapa harus menanyakan orang yang tidak ada disini?”

Junghee hanya menatapku dengan tatapan yang aneh. Seolah dia berkata ‘kau sudah gila ya?’

“oppa kau bicara apa sih?! Kau itu kakakku sudah seharusnya kan seorang kakak ada disaat adiknya sedang bingung”

“kau bingung kenapa? Apa karena Kris itu? Aku ada disini, kenapa kau tidak melihat ke arahku untuk sekali saja. Tataplah aku sebagai seorang pria” bentakku

“oppa, kau ini kenapa? Apa maksudmu?” Junghee melihatku dengan tatapan khawatir

Emosiku sudah tidak bisa ditahan lagi. Pada akhirnya aku mengungkap rahasia besar yang kusimpan selama ini.

“aku ini bukan kakakmu!”

***

Hempasan angin membuat rambutnya yang pendek itu kini menari-nari. Punggungnya yang besar seakan melindungiku dari hempasan angin itu.  Dia masih menggengam tanganku sejak kami keluar rumah tadi.

Aku sangat terpaku melihat wajahnya yang sangat tampan. Dia bagaikan seorang pangeran yang keluar dari buku komik. Dia juga sangat menjagaku. Baik. Tapi andaikan saja dia itu Chanyeol.

“….”

“Bae….”

“Baekhae!”

“ah iya… kenapa?”

“kau kupanggil berkali-kali hanya menatap kosong kearahku. Kenapa?”

“hah? Tidak… tidak ada apa-apa”

“hati-hati ya jika kau menatap terus menerus, bisa-bisa kau suka padaku hahahaha”

“ish… dasar. Kau jangan isengi aku ya!”

aku memukul punggungnya itu. Mungkin karena tubuhnya yang besar melebihiku itu, pukulanku hanya dianggapnya seperti gelitikan kecil yang tak berarti. Buktinya dia hanya tertawa.

“sudah…sudah… ayo kita kesana. Kau janji mau menemaniku hunting foto kan?” katanya sambil tetap tersenyum.

Aku pun hanya mengangguk mengikutinya. Kris membantuku naik keatas batu karang yang cukup tinggi itu.

KLIK! KLIK! KLIK!

Dia teruis menerus memotret pemandangan yang kini telah disajikan dimatanya.

Aku menatap lautan itu. Lautan yang sangat kurindukan. ‘kakak, chii maafkan aku… aku sangat merindukan kalian’

“cantik…”

KLIK!

Aku merasa ada secercah cahaya kilat yang menerpa wajahku. Aku tersentak kaget dan segera menoleh kearah sumber itu.

“apa yang kau lakukan?!” kataku tak suka.

“hahaha… maaf ya, kau tidak bisa membiarkan objek bagus didepan mataku sendiri” katanya sambil tersenyum dan melanjutkan  hunting lagi.

Aku hanya melihatnya. Kenapa dia begitu baik padaku? Yah… mungkin karena dia merasa bertanggung jawab atas diriku ini.

‘Baekhae…’

Aku menoleh cepat. ‘sepertinya tadi ada yang memanggilku. Seperti….’

‘Baekhae’

“chii!!!” benar. Itu suara mendengarnya. Aku sangat mengenal suara sahabatku itu.

“siapa chii?”

Yaampun, aku lupa Kris bersamaku sekarang.

“maaf, Kris. Aku kurang enak badan. Bolehkah aku pulang duluan?” kataku berbohong.

“baiklah, hati-hati ya” katanya sambil melihat kepergianku.

Aku segera bergegas menuju sumber suara itu. Chii terus menuntunku hingga aku sampai ditempat yang sepi karena tempat itu dikelilingi oleh batu karang yang cukup berbahaya jika dilewati orang.

“chii, kau dimana? Chii…..”

“Baekhae, aku disini”

Chii muncul kepermukaan dan menyambutku dengan hangat. Aku memeluknya sangat erat. Sahabatku yang kurindukan kini berada disisiku.

“chii, aku sangat merindukanmu”

“aku juga, Baekhae”

Chii adalah seekor lumba-lumba. Aku sangat menyayanginya. Dia adalah temanku yang sangat berharga.

“hei, bodoh. Apa kau baik-baik saja?”

Ternyata ada seorang lagi yang ‘menjengukku’ disini yaitu kakakku.

“kakak? Kenapa kau ada disini juga?”

“aku khawatir pada adikku yang bodoh ini. Bisa-bisanya kau pergi dan melakukan hal ini dan melarikan diri dariku.” Kata kakak perempuanku yang bernama Baekin

“maafkan aku… aku hanya ingin berada didekatnya. Aku…”

            “Baekhae! Ap………”

***

            “Baekhae! Ap……..”

Tadinya aku bermaksud mau menjemputnya karena aku khawatir tapi ketika berbelok kearah yang bukan jalan khawatir jadi akumengikutinya dan kini aku menemukan sesuatu yang tidak mungkin. Mustahil. Aku tidak percaya ini.

Aku membelalakkan mataku ketika disuguhkan oleh ‘sesuatu’ didepan mataku. Aku melihat seorang mermaid dan lumba-lumba.

“Kris….” Gumam Baekhae.

Bruk! Aku terjatuh lemas karena aku masih kaget dan tak percaya. Kenapa Baekhae bersama mereka? Mermaid? Nyata? Atau aku mungkin bermimpi.

“Baekhae, mereka siapa?”

“yaampun ketahuan ya? Tolong jangan bilang siapapun”

“kau lumba-lumba kenapa bisa berbicara!?”

“duh… tampangmu tampan tapi kelakuanmu kampungan ya. Hei tenanglah. Kau akan membuat keributan dan semua akan menjadi kacau. Aku Baekin dan itu adala chii. Hah… Baekhae tolong bilang pada teman manusiamu itu untuk tutup mulut soal kami ya. Kami pergi dulu. Bisa gawat jika dia terus-terusan teriak dan mengundang semua orang kesini. Kami akan berkunjung lagi. Dengarlah. Ok?”

“iya kak…”

Akhirnya mereka pergi dengan meninggalkan sejuta pertanyaan. Aku pun segera menodong Baekhae dengan pertanyaan yang dari tadi sudah berputar-putar dalam pikiranku ini.

“Baekhae, siapa kau sebenarnya?”

Baekhae terdiam. Sepertinya dia bingung dan takut untuk menjelaskan semuanya.

“apa kau percaya jika aku menjelaskan semuanya?”

“apa kau meragukanku setelah aku melihat seekor mermaid dan lumba-lumba yang bisa bicara?”

Aku menyakinkan Baekhae bahwa aku menerima segala penjelsannya.

“maaf aku telah berbohong padamu soal aku kehilangan ingatan. Sebenarnya aku adalah seornag mermaid”

“HAH?!?!”

Akhirnya Baekhae menceritakan semuanya padaku. Tentang dia ada seorang mermaid sampai alasan apa yang membuat dirinya berubah menjadi manusia.

“jadi, kau menukar siripmu dengan kaki hanya untuk seseorang manusia yang kau cintai? Kau sangat bodoh!”

“maaf….”

“kau tahu kan, disini kau tidak punya siapapun. Keluarga, teman! Kenapa kau bisa mengorbankan dirimu sendiri hanya unutk orang yang tidak kau kenal bahkan kalian tidak pernah bertemu sebelumnya?!” bentakku.

Entah mengapa aku mengeluarkan suara tinggi hanya karena Baekhae melakukan itu semua atas dasar cintanya pada si mr.x itu. Kenapa? Kenapa dadaku terasa panas? Pikiranku tak dapat di kontrol? Kenapa?!

Kulihat Baekhae menunduk sambil mencengkram dress softcream itu.

“maaf… maafkan aku Kris padahal kau sudah baik sekali padaku tapi…hiks…aku..hiks… maaf… aku memang… hiks… tidak berguna”

Aku merasa kaget ketika suara Baekhae mulai tidak jelas. Kulihat ada setetes air yang jatuh ditangannya. Dia… menangis…

Pluk!

“iya tak apa, Baekhae. Maafkan aku juga karena sudah membentakmu, ya?”

Kubenamkan dirinya kedalam pelukanku. Akhirnya dia menangis. Dia mencengkram baju belakangku. Aku dapat merasakan tangisan itu. Banyak. Air mata itu membekas di bajuku. Air mata Baekhae yang ia tunjukkan untuk orang yang dicintainya.

Aku tahu sebenarnya dia sangat berat menjalani semua ini walaupun didepanku dia terlihat tersenyum terus-menerus tapi didalam hatinya dia butuh seseorang. Dia hanyalah gadis biasa yang menempuh takdir hidup begitu berat seperti ini hanya unutk mengejar sebuah cinta yang semu.

“tidak apa, Baekhae. Aku akan menjagamu. Tenang saja. Aku pasti akan melindungimu”

Kupeluk erat tubuhnya yang mungil itu. Aku tidak mau melepaskannya. Aku ingin dia selalu berada disisiku. aku tidak mau suat saat nanti kita akan berpisah di persimpangan jalan. Kenapa? kenapa aku tidak mau melepasnya? Kenapa jantungku berdebar-debar dengan hebat? Apa Baekhae mendengar itu? detak jantungku yang bahkan dapat kurasakan keluar dari tubuhku ini. Nyaman. Hangat. Lembut. Aku ingin dia selalu disampingku. Bersamaku. Selamanya. Disisiku.

Aku pun tersadar dari lamunanku yang sangat.. aneh itu.  ‘Kris! Kenapa?! Apa…….’ Batinku bergejolak, berusaha menemukan alasan apa yang membuat hatiku terus bergemuruh selama ini. Aku berusaha untuk jujur pada perasaanku sendiri.

            Baekhae, aku mencintaimu.

To Be Continued~~~

hahahaha… sekian dulu untuk hari ini 😀

Terima kasih yang sudha berkenan membaca apalagi comment

Leave Comment jan lupa :p

Iklan

About deerchopper

No matter what happen.... EXO is EXO! support EXO and Mr. crazy galaxy, Wuyifan ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Posted on Desember 25, 2013, in chapter, EXO, Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: