Baby Don’t Cry Chapter 3

BDCver2

by : deerchopper

Cast : Kris | Baekhae | Chanyeol | Junghee

Genre : Songfic, Drama, Romantic, Sad, Hurt, Fantasy

Rating : PG – 15

Disclaimer : ide cerita diambil dari lagu yang sama judulnya :D, castnya punya tuhan dan orang tua masing-masing, alur cerita punya thor sendiri yaaa. jika ada kesamaan itu hanyalah kebetulan karena kita mempunyai telepati seperti Kai (teleportation?) so no plagiat welcome to readers…..

Beware : [!!!]Typo

Let’s Rock !!!

‘Aku mencintai, Baekhae’

kini aku masih bersamanya. mungkin dia masih canggung denganku karena tadi sempat aku memarahinya. dia tenang dengan sikap diamnya dan aku… aku sedang gugup karena kini aku menggandeng tangannya apalagi sekarang aku sudha menyadari perasaanku ini. menuntunnya berjalan. mungkin Baekhae tidak menyadari bahwa sekarang orang yang sedang bertaut tangan dengannya sedang dalam keadaan yang sangat tidak baik.

aku pun berhenti secara tiba-tiba untuk menenagkan hatiku. hah… tidak biasanya aku begini.

BRUK!!!

ternyata orang dibelakangku tidak menyadari bahwa orang didepannya berhenti dan ia sudha menabrak sebuah tiang listrik yang sangat besar. alhasil, dia menarik bajuku secara tiba-tiba dan membuatku terjatuh.

aku menutup kencang mataku. berusaha menahan berat badanku agar tidak terlalu sakit rasanya. lho? apa ini? bukannya merasa sakita aku malah merasa hangat? lembut sekali… apa ini? aku pun membuka mataku dan astaga… aku tidak sengaja menindih tubuh Baekhae yang kecil itu, kuharap tulangnya tidak patah karena aku tapi… bukan itu yang membuatku cukup tegang tapi karena bibir kami saling bertaut sekarang. aku melebarkan mataku dan segera bangun.

“Ba…Ba…Ba..Bbbb… Baekhae! maafkan aku! aku tidak sengaja maaf!!!” kataku sambil menudnuk meminta maaf. aku panik. malu sekaligus senang. ah… apa-apaan pikiranku ini. yaampun… aku tidak bisa berpikir jernih sekarang.

“hah? memang kenapa?” kata Baekhae tenang.

“hah? tadi… aku menciummu lho, tapi itu tidak sengaja” kataku panik

“cium? oh jadi seperti itu ya…” kata Baekhae sambil memegang bibirnya

yaampun tolong jangan lakukan itu didepanku setelah apa yang terjadi tadi! masa kau tidak tahu apa? hah… berkesan untukku tapi tidak ada efek apa-apa untuknya. hah… ternyata percuma.

“Maaf ya Baekhae aku tidak bermaksud seperti itu”

“iya, tidak apa-apa”

Hah… aku menghela napas panjangn karena Baekhae bilang tidak apa-apa. sebenarnya aku mengharapkan dia berkata sesuatu yang membuatnya berdebar. Hah… memang sepertinya ia tidak peduli dan tidka merasakan apapun ketika aku menciumnya tadi. lama-lama aku bisa gila dibuat olehnya.

***

“Maaf ya Baekhae aku tidak bermaksud seperti itu”

“iya, tidak apa-apa”

Kris terus-menerus meminta maaf padaku. aku juga jadi tidak enak padanya sepertinya dia sangat amat merasa bersalah padahal sebenarnya aku lah yang salah karena tidak melihat jalan.

dapat kulihat wajah Kris yang terus menghela napas. yaampun sepertinya dia benar-benar merasa bersalah.

Aku hanya mengetahui bahwa hal itu dilakukan oleh sepasang kekasih tapi tadi…. ah iya tadi kan kejadian yang tidak disengaja tapi kenapa aku jadi gugup seperti ini apalagi ini adalah yang pertama untukku. Tapi sebenarnya aku agak kaget dan membuat jantungku berdebar keras dna canggung seperti ini. plin-plan… aneh…

***

mmm… kenapa ya? Sepertinya ada yang aneh?

Kenapa aku mengatakan seperti itu? Lihatlah keadaannya sekarang. Aku seperti berada ditengah-tengah orang yang beraura seram.

Tidak biasanya Chanyeol terdiam seperti ini. Dia hanya menyeruput beberapa kali Teh yang disediakan oleh Baekhae. Apalagi Junghee, biasanya dia tidak bisa diam jika melihatku dan kini aku berada duduk tepat didepannya.

Tidak hanya aku yang kebingungan bahkan Baekhae juga bingung dibuatnya. Dia hanya menyikut kecil sikuku dan menunjuk-nunjuk kearah mereka menggunakan dagunya dan aku hanya membalas dengan mengangkat kedua bahuku.

Ternyata Baekhae punya akal. Dia pun berusaha mencairkan suasana yang mencekam ini.

“hei, semua. Tadi aku mendengar ada festival pantai didekat café di persimpangan sana. Mmm… bagaimana jika kita kesana?”

“aku ikut!” celetuk Junghee

“aku juga!” kata Chanyeol sambil beranjak dari tempat duduknya.

Kami berempat berjalan beriringan dengan suana yang tidak mengenakkan.

“Baekhae, temani aku kesana ya?” celetuk Chanyeol itba-tiba.

Aku dan Baekhae pun agak kaget karena secara tidak langsung Chanyeol mau memisahkan diri.

“sssttt…. Kris, kau bawalah Junghee. Aku akan mengurus Chanyeol. Ok?” bisik Baekhae padaku. Aku pun hanya mengangguk dan mereka berdua -Chanyeol dan Baekhae- memisahkan diri.

‘kira-kira apa yang akan mereka lakukan nanti ya?’ batinku.

“oppa… aku mau sendirian. Oppa pergilah menyusul mereka” kata Junghee tiba-tiba sambil pergi berlalu. Namun aku cepat menangkap tangannya.

“kau mau kemana?” cegatku

“sudahlah… aku ingin sendirian. Tolong oppa mengerti”

Junghee pun menghempaskan tanganku dan pergi berlalu tanpa sepatah kata pun.

***

            Chanyeol dan Baekhae berjalan berdampingan diantara ramainya pengunjung acara Festival Pantai itu. Suasana diantara mereka berdua begitu sunyi berbanding terbalik dengan di lingkungan sekitar mereka yang begitu riuh dan ramai.

“Chanyeol, kau mau cerita padaku?”

Chanyeol mengangkat kedua alisnya dan menoleh kearah Baekhae. Seolah dia berkata ‘kenapa kau bisa tahu?’ Chanyeol menghela napas

“kau pernah menyukai seseorang yang tidak akan pernah kau gapai?”

DEG!

Mata Baekhae menerawang. Dia tahu betul bagaimana rasa tapi pada siapa pernyataan itu ditujukan. Baekhae pun mulai mengontrol perasaannya yang kini tidak karuan.

“Ya. Aku pernah merasakannya tapi berkat kekuatan rasa sukaku padanya. Aku bisa meghalangi tembok paling besar yang selama ini menghalangiku dengannya”

‘itu kau, Chanyeol’ batin Baekhae

“benarkah? Memangnya seperti apa kisah cintamu itu”

“kami dari berbeda. Aku dan dia tidak mungkin bersama karena sesuatu hal yang tidak bisa hanya dilakukan tapi pada akhirnya aku menemukan jalan keluar dari semua itu walaupun aku harus berkorban banyak untuknya”

“wow… kau sangat hebat sekali, Baekhae. Aku jadi malu karena kisahku ini tidak ada apa-apanya dibanding kau. Bisa dibilang aku ini pengecut” kata Chanyeol menggaruk-garyk tengkuknya sambil menunjukkan ekdspresi meremehkan dirinya sendiri.

“kau suka pada siapa?”

Akhirnya Baekhae memberanikan diri untuk bertanya pada Chanyeol walaupun hatinya tidak siap untuk mendengar apa jawaban Chanyeol nanti. Dia sangat gugup.

‘apa Chanyeol akan menyatakan perasaannya padaku?’

Chanyeo terdiam. Diasedang menimbang-nimbang apakah dia harus membeberkan semuanya pada Baekhae atau tidak.

Baekhae menghela napasnya tanpa bersuara. Dia sangat berdebar-debar .

“maaf…mungkin kau akan terdengar jijik mendengar ini….”

‘jijik? Memang aku menjijikkan?’ batin Baekhae.

“aku…aku menyukai adikku, Junghee… sebenarnya kami bukan saudara kandung”

Setelah mendengar kata-kata itu dari mulut Chanyeol sendiri, hati Baekhae bagaikan dijatuhi oleh beban yang sangat berat. Sakit. Apalah arti dari pengorbanannya selama ini jika orang yang dia cintai telah menaruh hatinya pada orang lain.

Baekhae terdiam. Dia tidak bisa membalas ucapan Chanyeol. Pikirannya kini kosong. Mulutnya juga hanya terbuka karena kaget.

“Baekhae, kau kenapa? Ah benar kau pasti kaget ya mendengar ucapanku” ucap Chanyeol.

Matanya menerawang kearah laut yang berada didepan mereka berdua. Wajahnya terlihat sangat sedih. Terkadang dia mengukir sekilas senyuman yang kugambarkan sebagai sebuah keremehan yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Payah.

Baekhae menghela napas berusaha untuk menjadi teman bicara yang baik. Dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan perasaannya kini dan bersikap normal. Bagaimanapun juga Baekhae mencintainya dan akan melakukan apapun untuk melihatnya bahagia seperti dulu. Tertawa dengan begitu lebarnya. Merekahkan senyuman sampai Baekhae dapat melihat jejeran giginya. Baekhae tidak mau Chanyeol memunculkan wajah yang sekarang ini dia lukiskan didepannya. Park Chanyeol.

“la…lalu kau sudah mengatakan padanya?”

“tadi malam aku keceplosan sejak saat itu kami berdua tidak berbicara lagi”

“be…begitukah? Mmmm…. Ka…kalau begitu secepatnya kau harus menjelaskan padanya dan memintanya untuk memberimu kesempatan” Baekhae tidak dapat mengontrol nada bicaraku yang terbata-bata. ‘Tenanglah Baekhae nanti kau akan ketahuan.’

Chanyeol terdiam dan Baekhae pun begitu. Hati Baekhae sakit ketika dia memberikan nasihat pada Chanyeol. Sebenarnya Baekhae tidak rela namun hal itu ditutupi oleh kemunafikannya tapi apa salah jika dia mau melihat orang yang dicintainya tertawa seperti dulu lagi walaupun dirinya sendiri sangat tersakiti?

Baekhae melihat Chanyeol tersenyum. Dia merekahkan senyumannya yang bagaikan sinar matahari pagi cerah yang baru terbit diufuk timur. Tak sadar ditengah rasa sakit yang dirasakannya, Baekhae mengukir segaris senyum saat melihat senyuman Chanyeol.

“Terima kasih, Baekhae” katanya sambil tersenyum kearah Baekhae.

            ‘Tidak apa Baekhae. Aku rela jika aku dapat melihat matahariku kini bersinar lagi. Aku akan melakukan apapun untuk melihatnya tersenyum lagi.’

***

            Setelah kepergian Junghee, aku pun berjalan sendirian. Aneh. Padahal kebanyakan pengunjung di festival ini membawa pasangan mereka tapi lihatlah aku. Aku seperti seorang bujang lapuk yang ditinggal sang kekasih.

Pikiranku melayang entah kemana. Andaikan jika aku dan Baekhae. Aku dan dia berjalan beriringan dihiasi dengan senyuman dan kebahagiaan bersama sebagai sepasang kekasih…… hah?! Kris apa yang kau pikirkan?! Baekhae sudah mempunyai orang yang disukainya dan pasti dia tidak akan melepaskan orang itu begitu saja. Ya benar… dasar Kris payah!

Akhirnya kau mengeluarkan senjata andalanku yaitu, Kamera kesayangan yang selalu menemaniku. Aku membidik satu persatu objek yang kuanggap menarik. Saat aku menjelajahi objek yang akan ku potret tiba-tiba saja aku menemukan sosoknya. Sosok Baekhae yang sedang sendirian berdiri disana. Wajahnya terlihat sangat sedih. Kenapa ya?

“dia kenapa ya? tidak biasanya berwajah seperti itu”

Baru aku ingin melangkahkan kakiku kesana, Chanyeol telah menghampiri Baekhae duluan. Aku menghentikan langkah kakiku ketika raut wajah Baekhae berubah menjadi ceria. Chanyeol memberikannya sebuah permen kapas yang sangat besar.

‘Baekhae’

Aku melihat disana sangat jelas. Mereka berdua sangat akrab dan aku menemukan 1 hal yang luar biasa. Ketika Chanyeol membersihkan remah-remah permen kapas yang menempel didekat bibir Baekhae, wajahnya menjadi sangat merah. Bahkan untuk beberapa saat dia canggung dan memalingkan wajahnya pada Chanyeol tapi mereka berdua terlihat sangat senang.

‘ah… aku mengerti. aku mengerti Baekhae. aku paham. aku selalu memperhatikanku jadi aku tahu betul ekspresimu’

Aku tersenyum walaupun itu hanya senyuman yang berat sebelah. Aku mengetahuinya sekarang. Siapa seseorang yang dimaksud Baekhae. Seseorang yang dapat membuat Baekhae rela menukar kehidupannya. Baekhae, berjuanglah. Aku akan mendukungmu. Berjuanglah mendapatkan cinta….. Chanyeol.

***

            Kini aku berjalan menelusuri tepi pantai. Kubiarkan kakiku yang tak beralas apapun menginjak lembutnya pasir dan deburan ombak yang dingin di malam hari. Terkadang aku menendang-nendang kecil air laut itu. Kubiarkan kamera-ku bergantung dileherku. Entah mengapa, hasrat fotograferku sama sekali tidak muncul melihat malam yang cerah ini.

“haaahhh….” Aku menghela napas panjang sambil menutup sebagian wajahku menggunakan tangan.

Sekarang malam sedang cerah namun entah mengapa dimataku itu semua tidak ada artinya, terlihat kelam.

“jadi, selama ini Chanyeol ya? Aku tidak menyadarinya” gumamku.

Jujur, aku sangat kecewa. Baru kali ini aku serius dengan cinta ini dan kini sudah menghilang tapi…. Tak apa, asal Baekhae bisa bahagia, aku akan bahagia. Tak apa…

Aku berjalan lunglai menuju kerumah. Aku memutuskan untuk pulang karena tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku membuka kenop pintu namun sepertinya belum ada yang pulang karena pintu itu masih terkunci. Aku pun membuka pintu dengan kunci cadangan yang tersimpan dibawah pot dekat pintu. Setelah berhasil masuk, aku merebahkan tubuhku di atas sofa. Aku merentangkan tanganku selebar-lebarnya agar banyak oksigen yang mampir ke otakku karena pikiran ini snagat kalut.

KRIET!!!

Pintu depan berbunyi menandakan bahwa ada seseorang yang datang. aku pun menoleh ternyata itu adalah Junghee. Belakangan ini dia sendirian terus-menerus sepertinya ada hal yang membuatnya kepikiran sampai-sampai wajahnya yang selalu ekspresif itu kini menjadi murung. Aku tidak bisa membiarkan adikku itu menekuk wajahnya.

“Junghee, kau habis darimana?”

“oppa…”

Tidak biasanya… biasanya dia langsung berlari kearahku jika sudah melihatku dihadapannya. kini dia terlihat lesu sekali.

“kau kenapa? belakangan ini kau sangat aneh”

Aku menepuk-nepuk sofa yang masih kosong disampingku mengisyaratkan pada Junghee untuk duduk disebelahku. dia perlahan menghampiriku dan menuruti perintahku.

“oppa, apa aneh jika seorang kakak menyukai adiknya sendiri?”

“maksudmu?”

Junghee terdiam. Wajahnya sangat aneh seperti orang yang kehilangan arah. dia butuh teman bicara dan sepertinya ada yang tidak beres. ya benar… ada yang tidak beres daritadi. aku menyadarinya sekarang. antara Chanyeol dan Junghee juga dengan Baekhae dengan wajahnya yang sedih tadi.

“Chanyeol oppa, dia mengatakan sesuatu yang aku tidak mengerti apa itu”

“ceritalah padaku mungkin aku bisa membantumu”

Junghee masih menimbang-nimbang untuk bercerita padaku atau tidak namun karena pikirannya yang masih seperti anak kecil dia pun dengan cepat memutuskan untuk bercerita padaku.

“Chanyeol oppa dia mengatakan bahwa dia menyukaiku dan aku bukanlah saudara kandungnya. Aku bingung oppa”

“Apa?!?!”

Kepalaku bagaikan disambar oleh petir. apa-apaan maksud Junghee ini? dia tidak mungkin bicara bohong dengan sikapnya belakangan ini. Padahal aku baru saja melihat Baekhae dan Chanyeol bersama layaknya seorang pasangan kekasih. jadi sahabatku sendiri telah mempermainkan 2 hati wanita? Aku tidak percaya.

“kau serius Junghee?”

Dia hanya mengangguk seolah dia tidak mau membicarakan hal itu lagi. Junghee tertuduk dandapat kulihat tetesan airmata yang jatuh ke tangannya.

Bagaimana bisa seorang kakak menyatakan cinta pada adiknya sendiri? itu sangat menjijikan dan lagi Baekhae? Jika dia mengetahui ini, dia pasti akan kecewa.

Tak lama setelah itu terdengar suara bising dan hentakkan kai dari luar. Benar saja yang ditunggu datang juga. Temanku yang brengsek akhirnya datang juga!

“kami pulang…”

Cih! dia sudah pulang. Aku pun dengan kasar bangkit dari tempat dudukku itu. Aku sangat tidak terima dengan perlakuannya terhadap Junghee dan khususnya pada Baekhae yang diberinya harapan.

“ah Kris…”

Buk! Aku memukul wajah sahabatku itu. dia pun terpelungkup jatuh dan disampingnya ada Baekhae. mungkin dia kaget dan mundur beberapa langkah.

“apa-apaan kau hah?!” Chanyeol membela dirinya.

Aku dapat merasakan Junghee menahanku dari belakang sambil menahan isakan tangisnya. Dia terus menahanku dengan tubuhnya yang tidak sepadan denganku itu.

“oppa… sudah jangan berkelahi” pinta Junghee namun permintaan itu tidak kugubris, aku masih kesal pada Chanyeol. Dia sudah mempermainkan hati 2 wanita yang berharga bagiku.

“kau… kau brengsek!! Bagaimana bisa kau menyukai adikmu sendiri dan pergi bersama Baekhae!” emosiku tidak tertahan lagi.

Dapat kulihat perubahan raut wajah Chanyeol. Dia kaget saat aku mengatakan hal itu. Dia terdiam dan hanya tertunduk lalu bangkit.

“Maaf…. Aku dan Junghee bukanlah saudara kandung. Ibuku meninggal karena melahirkanku. Saat itu usiaku 6 tahun dan ayahku menikah lagi dengan ibumu Junghee… saat itu kau berusia 4 tahun dan mungkin kau tidak terlalu mengingatnya. bagaimapun juga jika jalan ceritanya seperti itu, kita tidak ada hubungan darah sama sekali. Ketika aku butuh seseorang kau yang selalu menemaniku. Maaf” tutur Chanyeol menjelaskan.

Aku geram mendengar ceritanya. Aku kesal karena tadi dia memperlakukan Baekhae dengan sangat lembut bahkan membuat Baekhae menjadi berharap padanya.

“kenapa kau bersama Baekhae tadi?”

“Baekhae. Dia mau menjadi kosultanku setelah aku menceritakan semuanya. Aku merasa dia tahu bagaimana perasaanku saat ini dan hanya dialah yang dapat ku ajak bicara”

Hah… aku tidak percaya ini. Konsultan? apa-apaan itu? apa dia tidak menyadari perasaan Baekhae bahkan aku yang orang lain pun dapat langsung menangkap perasaannya dengan jarak jauh. Baekhae. kenapa kau mau melakukan itu? kau akan merasakan sakit yang sama denganku bukan? Dasar bodoh.

“Baekhae, kenapa kau…?! Kau tahu kan?! Kau mengerti perasaanmu sendiri kan?! Kenapa kau… kenapa kau bisa menerimanya!! Kenapa kau tidak…. Cih!!”

Aku pun bingung dengan situasi ini seakan aku tidak dianggap disini dengan kebohongan yang mereka sembunyikan padaku. Bahkan Chanyeol yang sudah kuanggap seperti saudaraku membohongiku juga dan Junghee serta Baekhae. Aku merasa aku orang bodoh disini.

“kalian… Bodoh!!!”

Aku pun pergi meninggalkan rumah itu. aku sungguh tidak mau melihat wajah mereka lagi. Cih! jadi aku hanya selevel itu saja dimata mereka? Aku hanya mau sendiri sekarang. Aku tidak peduli dengan semuanya.

To Be Continued~

segini dulu untuk hari ini yaaaa…

yah… kurang lebih sama sih kayaknya kemaren garis besarnya (yang pernah dipublish) dan besok ff ini sudah memulai babak baru…..

Leave Comment!!!

Iklan

About deerchopper

No matter what happen.... EXO is EXO! support EXO and Mr. crazy galaxy, Wuyifan ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Posted on Desember 29, 2013, in about exo, chapter, EXO, Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: