Baby Don’t Cry Chapter 4

babydon'tcrycoverfix1

by : Deerchopper

Cast : Kris | Baekhae | Chanyeol | Junghee

Rating : PG – 15

Genre : Songfic, Drama, Romantic, Sad, Hurt, Fantasy

Disclaimer : ide cerita diambil dari lagu yang sama judulnya :D, castnya punya tuhan dan orang tua masing-masing, alur cerita punya thor sendiri yaaa. jika ada kesamaan itu hanyalah kebetulan karena kita mempunyai telepati seperti Kai (teleportation?) so no plagiat welcome to readers…..

Beware : [!!!]Typo

Let’s Rock !!!

            Kini aku tidak tahu harus pergi kemana setelah aku kesal dengan 3 orang itu. Bagaimana mereka bisa mempermainkanku seperti ini? Terutama Baekhae. Kenapa dia mau saja jadi tempat pelarian Chanyeol? Apa yang dia pikirkan? Dasar bodoh!!!

Aku hanya bergumam dalam hati tapi ekspresi wajahku pasti sudah tergambar sepeti orang gila! Aku pun memutuskan untuk menenangkan diriku disebuah coutage didekat pesisir pantai. Mudah untuk seorang seperti diriku menyewa coutage ini karena aku membawa uang tunai dan kartu kredit yang menurutku cukup banyak didompet yang selalu kubawa kemana-mana. Daritadi aku keluar dari rumah Chanyeol hanya membawa apa yang tertempel dibadanku saja. Haaah… menyebalkan!

Aku pun duduk diteras. Aku menikmati setiap tamparan angin laut yang menyentuh wajahku. Aku memejamkan mata.

Baekhae… kenapa kau mau saja menjadi konsultan untuknya? Kau sudah tahu bahwa Chanyeol mencintai orang lain tapi kenapa kau mau saja menyakiti dirimu sendiri? Bukankah jika seperti itu kau sama saja tertusuk pisau 2 kali? Baekhae, andaikan aku yang terlebih dulu bertemu denganmu. Apa kau juga akan memiliki perasaan yang sama padaku seperti perasaanmu pada Chanyeol?

Bodoh! Baekhae, kenapa kau tidak menyadari keberadaanku? Aku ada disini!

***

Aku hanya terpaku melihat Kris yang keluar dari rumah dengan perasaan marah. Dapat kulihat matanya yang sangat dingin melirikku ketika menatapku sebelum dia berlalu tadi.

Semuanya kini terdiam. Aku, Chanyeol maupun Junghee yang masih terdengar isakan tangisnya. Aku hanya tertunduk dan melihat kearah luar. Kearah dimana Kris tadi angkat kaki dari rumah Chanyeol.

“Junghee, kau tidak apa?” ucapnya pada Junghee yang langsung medekapnya didalam pelukannya.

Sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan untukku. Kenapa kau tidak memperhatikanku Chanyeol. Aku selalu memperhatikanmu. Kenapa kau tidak pernah menatapku?

“Oppa, kenapa kau melakukan semua ini?! Kenapa?! Kau bodoh!!” ucap Junghee menangis sambil memukul dada Chanyeol yang kini berada didekapannya.

Apa yang ku lakukan disini? Benar. Kau benar Kris. Kau benar. Kau pantas marah padaku. Aku hanya menyakiti diriku sendiri tapi…. Tapi aku ingin melihatnya bahagia. Aku ingin melihatnya tersenyum lagi seperti orang idiot. Aku mencintainya dan aku akan melakukan apa saja untuknya.

“Ayo kita keluar dan membicarakan semua ini”

Mereka melewatiku begitu saja. Apa mereka lupa bahwa aku ada disini? Cih! Aku seperti tidak dianggap. Aku seperti angin yang berlalu begitu saja. Kris andaikan kau ada disini, kau pasti tidak akan membiarkanku sendirian, bukan?

Aku pun keluar sendirian. Menelusuri tepi pantai. Aku duduk dipinggiran batu karang ditepi laut.

“apa pengorbananku selama ini sia-sia? Tapi aku ingin melihatnya bahagia walaupun aku harus….. mati”

Mati? Jadi semuanya berakhir seperti ini ya? Bisa dibilang aku tidak mendapatkan apapun untuk lahirku tapi aku mendapatkan kepuasan batinku. Yah… mungkin inilah takdir. Tak apa Baekhae tak apa. tapi kenapa hati ini merasa tidak enak?

“Tak apa Baekhae… kau harus kuat. Fighting!!!” kataku pada diriku sendiri sekedar hanya untuk menghilangkan kegelisahan didalam hatiku ini.

“apa dengan begitu kau merasa tenang, Baekhae?”

Siapa? Aku mengenali suara ini. Aku pun menoleh dengan cepat ke arah belakangku dan benar saja Kris sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Tatapannya sangat tajam menuju kearahku. Aku mengerti…. Mengerti arti dari tatapan itu.

“Kris… kau.. ada disini?”

Dia tidak menjawab. Dia hanya berdiri dan terus menatapku. Tatapannya seperti mengasihaniku. Aku tahu dia tadi marah dan pergi begitu saja tapi mengapa dia masih menatap ku dengan tatapan kosong seolah dia meremehkanku. Cih! Aku tidak perlu dikasihani!

“kau kenapa sih? Aku… aku baik-baik saja kok. Jadi kau tidak perlu marah! Jika kau kesini hanya untuk mengasihaniku lebih baik pergi saja sana!” kataku sambil berteriak padanya dan membuang mukaku.

Cih! Kau tidak perlu semarah itu bukan? lagipula ini urusanku kau tidak perlu mencampurinya. Kau tidak perlu kasihan marah atau…..

“kenapa, kenapa kau begitu bodoh? Kenapa kau bisa setenang dan sebodoh itu mengetahui Chanyeol menyukai orang lain? Kau menyukainya kan? Alasanmu kesini untuk Chanyeol kan? Kau tersakiti 2 kali kan? Bodoh!” katanya tajam. Aku pun menoleh kepadanya sambil mengerutkan dahiku.

Dia menautkan kedua alisnya yang tebal itu. Wajahnya sangat khawatir. Aku pun merenggangkan kerutan dahiku. Jadi dia sekhawatir itu padaku? Walaupun dia mengataiku ‘bodoh’ tapi aku mengerti maksudnya. Ya… aku memang bodoh. Bodoh!

“Heh… kau tahu ya? Maaf… tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku… Aku mau dia bahagia. Jika itu pilihannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa bukan?” kataku sambil tersenyum pada Kris meskipun senyuman itu terasa begitu dipaksakan.

“Bukankah kau sedang membohongi dirimu sendiri? Ya! Lihatlah wajahmu itu. Wajahmu itu menggambarkan kau tidak bisa menerima semua ini. Semua orang bahkan kau sekalipun pasti sulit untuk menerima semua ini kan? Kau jangan berpura-pura menjadi orang munafik didepanku dengan senyum palsumu itu!”

Aku menatap Kris. Aku masih kaget dan ada sesuatu didalam dadaku yang terasa sakit. Tak sadar airmataku keluar begitu saja. Karena kebingungan aku langsung memalingkan wajahku. Aku bingung. Kenapa ini? Padahal tadi aku bisa tersenyum walaupun itu sangat dipaksakan.

Aku menggerakan kepalaku kekanan dan ke kiri berusaha untuk menghindari Kris yang sudah terlanjur melihat airmata ini.

Pluk!

Tiba-tiba lelaki yang ada dibelakangku itu memelukku dari belakang. Aku tersentak kaget tapi anehnya aku tidak memberontak. Aku nyaman seakan ada seseorang yang akan melindungiku dari kesedihan ini. Dari sakit hati yang terus mebayangiku. Ada sebuah tangan yang akan diulurkan padaku dan membantuku untuk menjalani semua ini.

“Menangis lah sepuasmu, Baekhae. Menangislah…”

Kenapa? Kenapa kau berbicara seperti itu? Itu akan membuatku semakin. Akan membuatku serasa makin rapuh.

“huwaaaaa…. Hiks… hikss…huwaaa”

Pada akhirnya beban yang selama ini kusembunyikan akhirnya keluar juga. Aku pun menangis setelah mendengar perkataan Kris. Jujur aku sangat sedih dan sulit menerimanya. Aku yang rela berkorban menukar kehidupanku untuk bersamanya tapi semua itu gagal. Aku gagal bersamanya tapi aku tetap mencintainya dan sekarang aku hanya menunggu untuk saat itu datang.

Kenapa Kris? Kenapa kau bisa tau perasaanku yang selama ini kututupi dan bahkan aku terus tersenyum karena itu? Kenapa?

***

Beberapa jam Baekhae menangis dalam dekapanku. Sekarang posisiku sudah berada disampingnya dan dia masih menangis sesegukan didadaku. Aku terus mengelus kepalanya. Menengakannya setidaknya aku dapat membuatnya nyaman sebagai seorang sahabat.

Tenanglah Baekhae. Aku akan selalu ada disaat kau membutuhkanku.

Aku terus menenangkannya. Aku menepuk-nepuk pundaknya. Setidaknya hal itu akan sedikit meringankan beban yang berada didalam diri Baekhae.

Tak terasa bulan sudah berada diatas kepala. Aku terus menenangkannya sampai-sampai aku tidak sadar suara tangisan Baekhae tak terdengar lagi tapi dia masih tenggelam dipelukanku. Aku pun meliriknya. Dia tertidur dengan airmata yang masih menyisa disekitar pipinya.

Aku hanya tertegun melihatnya. Cantik tapi mengapa airmata itu disia- siakan hanya untuk Chanyeol. Aku pun merapihkan rambutnya yang terlihat berantakan dan menghapus airmata yang tersisa itu.

Aku tak mau mencuri-curi kesempatan pada wanita yang kucintai disaat dia tak berdaya seperti ini. Aku pun menggendongnya dibelakang. Sepertinya aku akan membawa dia ke coutageku. Aku tak ingin dia tersakiti lagi jika harus bersama Chanyeol dan Junghee.

Setelah sampai di coutage, aku membaringkannya diranjangku dan menyelimutinya. Aku mengelus-elus rambutnya sambil menyunggingkan segaris senyuman.

“Selamat malam, Baekhae”

Ketika aku mau beranjak untuk tidur di sofa, Baekhae menarik jariku. Aku pun menoleh kearahnya karena kukira dia masih bangun dan ternyata matanya masih tertutup. Apa dia mengigau?

“Chanyeol…. Hiks… Kenapa? Jangan pergi….”

Aku hanya melihatnya. Dia mengigau menyebut nama Chanyeol sambil mengeluarkan airmata lagi. Sesak tapi tak apa, aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan melindunginya dan terus berada disisinya.

Aku pun kembali dan jongkok disamping tempat tidur sambil menghela napas panjang dengan Baekhae masih memegangi jari jemariku.

“sssttt… tenanglah, Baekhae” bisikku padanya

Akhirnya tangisannya berhenti namun jariku masih belum dilepaskan olehnya.

“………. Kris…. Terima… kasih….” Gumam Baekhae seiring dia tenggelam dalam tidurnya.

Jariku sudah dilepaskan olehnya sepertinya dia sudah tenang sekarang. Tadi dia menyebut namaku dan berterima kasih. Ada suatu kelegaan yang muncul disudut hatiku. Setidaknya aku ada didalam pikirannya. Ya… itu saja sudah membuatku senang

***

            Sinar bulan kini makin termakan malam yang gelap. Aku bersama oppa kini berada di bangku pantai yang telah disediakan oleh orang sekitar sini. Suasana canggung dan kini aku bersama orang asing. Ya… orang asing!

“ada apa oppa? Cepat bicaralah!”

“maafkan aku Junghee… aku baru bicara sekarang”

“lalu… kenapa kau bisa mempunyai perasaan itu terhadapku? Kita ini bersaudara”

“ya, aku tau tapi kita ini tidak sedarah  tapi kau pasti tahu kan jika perasaan ini tidak bisa dihentikan?

‘ya aku tahu oppa. Seperti halnya perasaanku pada Kris oppa yang menganggapku hanya seorang adik………….. tapi apa mungkin jika aku menerima Chanyeol oppa, Kris oppa akan memandangku? apa mungkin dia akan memperhatikan aku seperti tadi? Apa mungkin dia akan melindungi aku? Dan apa mungkin perlahan dia akan melihatku?’

“tolonglah Junghee, sekarang jangan pandang aku sebagai seorang kakakmu tapi pandanglah aku sebagai seorang pria dan jawablah pertanyaanku.”

Aku mengangkat alisku dan memandang kearahnya. Dia bersungguh-sungguh tapi aku sudah menganggapnya sebagai kakakku. Oppaku.

“aku sangat berterima kasih jika kau mau menerimaku, bagaimana?”

Chanyeol oppa tiba-tiba membungkuk bagaikan seorang pangeran. Dia memegang tanganku bagaikan seorang yang mau dilamar.

Aku terus berpikir dan berpikir. Chanyeol oppa, Kris oppa….. aku akan melakukan apapun agar dia mau melihatku…. Maaf………

***

            Matahari masih bersembunyi dibelahan timur. Belum menunjukkan sinarnya yang gagah namun Baekhae sudah terbangun, mungkin karena tadi malam dia sudah puas tidur dalam tangisan. Mata Baekhae masih bengkak.

“mmmm…. Ini dimana?” gumam Baekhae melihat sekitarnya.

Mata Baekhae langsung tertuju pada suatu objek siluet disebrang sana. Siluet panjang yang tergambar diatas sofa. Walaupun dia itu hanya siluet namun dia tahu siapa itu.

“Kris…” gumam Baekhae ditengah keheningan.

Baekhae pun mendekati sosok yang sedang tertidur itu. Kris… ya.. dia tertidur sangat pulas diatas sofa yang sangat tidak nyaman untuk ditiduri oleh seseorang yang berasal dari kota metropolitan. Tanpa bantaldia tidur meringkuk diatas sofa.

“dia tidak apa?”

Baekhae melihat Kris yang etrus gelisah dalam tidurnya. Dia berbalik kesana kemari membetulkan posisi tidurnya. Menggerakkan lehernya kekanan dan kekiri.

Baekhae sadar jika Kris sangat tidak nyaman dengan tidurnya sekarang. Dia sadar bahwa Kris berkorban untuknya walaupun hanya hal yang sekecil ini namun dia lapang memberikan kasurnya yang nyaman padaku dan tidur di sofa yang dingin dan keras ini.

Baekhae pun mengambil sebuah bantal dari tempat tidur. Dia jongkok dan mengankat kepala Kris dengan perlahan. Namun tiba-tiba Kris memberontak dan membuat Baekhae tersentak dan menendang bantal yang sedang ditaruh didekat kakinya menjadi jauh dari jangkauannya sedangkan tangannya sedang sibuk memegang kepala Kris yang cukup berat itu.

“mmm…”

‘aku tidak boleh membangunkannya’ batin Baekhae.

Baekhae melihat Kris aneh. Kini, Kris mengeluarkan keringat dingin. Wajahnya sangat pucat. Baekhae pun sadar bahwa Kris sedang mimpi buruk.

Baekhae pun bangun dengan masih memegangi kepala Kris dan duduk di sofa itu lalu dengan pelan meletakkan kepalanya diatas pangkuan Baekhae. Baekhae ingin menenangakanKris, sepertinya dia sangat gelisah sehingga mengeluarkan raut wajah yang tidak pernah ia tunjukkan selama ini. Baekhae mengelus-elus rambut Kris terus dan terus agar ia tenang. Akhirnya Kris pun menenggelamkan kepalanya pada Baekhae dan tidur dalam ketenangan.

Baekhae melihat wajah itu. Wajah dingin yang sedang tertidur pulas dipangkuannya. Baekhae terbayang oleh jasa Kris selama ini. Dia sadar bahwa Kris yang selalu melindunginya, menjaganya, dan membantunya. Dia terus menatap wajah itu.

“kau telah membantuku banyak sekali, Kris… Terima Kasih…”

Baekhae pun masih menenangkan Kris. Terus dan terus memberi kenyamanan bagi sang empunya. Kris pun menyunggingkan segaris senyuman di pojok bibirnya. Sedikit namun masih tersirat bahwa Kris tahu Baekhae sedang menenangkan hatinya.

Tidur didalam pelukan orang yang dia cintai.

***

            Kini aku dan Kris sedang menyantap makan siang bersama. Aku masih memikirkan kejadian tadi malam. Peristiwa yang membuatku menangis. Hah… aku tahu hari itu akan datang… aku harus mempersiapkan hatiku.

“hae… Baekhae!!”

“ah.. apa?”

Aku berhenti dari lamunanku karena Kris tiba-tiba memanggilku.

“kau itu kenapa sih? Dari tadi aku memanggilmu”

“ah tidak… tidak apa… kenapa kau memanggilku?”

“sudahlah tidak jadi… cepat habiskan makananmu itu, lalu aku ingin mengajakmu ke    suatu tempat” kata Kris sambil menunjuk ke makananku yang belum keusentuh sedikit pun menggunakan sendoknya.

“kemana?” lanjutku dan responnya hanya mengunyah makanan sambil menganggukkan kepalanya pertanda untuk emngabiskan makananku terlebih dahulu.

Aku pun menyuap perlahan makanan yang sudah tidak hangat lagi. Suapan itu terasa sangat berat dan tidak ada rasa apapun. Hampa. Mungkin karena aku masih memikirkannya. Memikirkan seseorang yang tidak pernah melihatku.

“ah… Kris oppa”

tiba-tiba ada suara memanggil dari arah belakangku. Aku menoleh namun dengan sigap Kris menahan kepalaku namun semua itu terlambat… aku melihatnya… Junghee dan Cahnyeol datang dengan bergandengan tangan. Mereka sangat akrab. Aku pun membuang muka dan  menoleh kearah depan lagi.

“sedang apa kalian?” cetus Kris

“oppa… oppa… aku dan Chanyeol oppa sudah pacaran sekarang”

Aku membelalakkan mataku. Berusaha mencerna apa yang dikatakan Junghee barusan. Mereka… mereka sudah pacaran? Mataku kini terasa perih tapi tidak seperih hatiku yang kini bagai dicabik-cabik. Aku bingung harus melihat kemana. Aku hanya berusaha agar airmata ini tidak mengalir. Aku berusaha untuk menahan rasa sakit didalam diriku. Aku berusaha menahan amarah ini. Aku berusaha untuk melihat senyumannya yang terus mengembang walaupun hatiku tidak tersenyum. Hah… benar-benar sia-sia

“apa?! Kalian sudah gila!” bentak Kris sambil menggebrak mejanya yang membuatku kaget dibuatnya dan membuat air mataku kini mengalir melihatnya begitu marah.

“heh… kenapa? Kau merasa tidak terima oppa?”

Aku pun berdiri dan menarik baju Kris dengan masih membuang mukaku agar tidak terlihat oleh yang lain.

“Kris, aku sudah kenyang… A… ayo kita pergi…” kataku sambil berusaha mengatur nada bicaraku.

Aku pun langsung menarik Kris menjauh dari 2 orang itu. 2 orang yang sudah mematahkan hatiku. Mungkin Kris menangkap respon yang aku  berikannya, dia pun langsung menrik tanganku yang tadi aku gunakan untuk menariknya.

“yasudahlah, terserah kalian saja!” kata Kris sambil berlalu

Dia menggenggam tanganku begitu erat. Genggaman tangan itu bagaikan mengalirkan kekuatan bagiku namun apa daya aku masih tidak percaya dengan semua kenyataan ini. Tangan yang selalu menjagaku saja tidak mampu utnuk membendung perasaan duka ini.

Badanku bergetar. Tidak… aku tidak mau…. Akhirnya airmata ini mengalir lagi. Kenapa belakangan ini aku sering sekali mengeluarkan air mataku ini? Sebenarnya aku sudah lelah tapi dengan semua keadaan ini membuat hatiku tak kokoh untuk menghadapinya.

Pluk!

Tiba-tiba Kris yang tadinya sedang berjalan didepanku kini sudah memelukku. Mungkin dia menyadari karena tangan kami saling tertaut dan tadi tanganku sempat bergetar karena masih shock dengan pernyataan yang dikeluarkan Junghee tadi.

Entah mengapa aku sangat tenang ketika dia berada disampingku. Chanyeol… kenapa bukan kau yang sekarang memelukku, kenapa?

“tenanglah, Baekhae… aku akan selalu berada disampingmu… jangan menangis”

Kurasakan punggungku ditepuk-tepuk olehnya. Kenapa? Kenapa rasanya tubuh ini menjadi hangat? Kenapa air mataku yang tadi mengalir kini berhenti seketika? Kenapa hatiku menjadi tenang dan nyaman berada didekapan Kris?

***

            Kulihat dia masih meringkuk didalam selimutnya. Kurasa dia masih menangis disana. Aku tidak mau mengganggunya. Akhirnya kuputuskan untuk keluar.

“Baekhae, aku mau keluar sebentar. Kau mau ikut?” kataku menghampirinya dipinggir tempat tidur.

“tidak…” katanya pelan.

“yasudah… baik-baik disini ya” kataku sambil mengelus kepalanya yang tertutup selimut itu.

Aku pun keluar setelah meraih jaketku yang tergantung tepat disamping pintu keluar.

Hah… sejak malam itu, sejak malam dimana Junghee mengumumkan tentang hubungannya dengan Chanyeol, Baekhae terus bersedih. Dia tidak mau bangun dari tempat tidurnya. Selalu menyelimuti dirinya. Bahkan dia hanya mau makan jika aku paksa itu juga aku agak meninggikan nada bicaraku. Hah… aku jadi merasa bersalah.

“hah… Bagaimana ini?” aku menghela napas panjang.

“sssttt… kau kenapa?”

Aku mendengar suara. Suara yang pernah kudengar sebelumnya. Aku pun langsung menoleh kearah sumber suara tersebut.

“kau…”

“sini kau…” katanya sambil mengayun-ayunkan tangannya. Aku pun menghampirinya yang berada di sisi pantai.

“kau kakaknya Baekhae kan? Bae…. Bae… siapa ya? Aku lupa”

“Baekin… bagaimana kau mau mendampingi adikku jika kau lupa dengan nama kakaknya sendiri!”

“a… apa maksudmu?!”

“sudahlah, lupakan saja. Kau kenapa? Daritadi menghela napas membuat waktu santaiku menjadi terganggu saja”

Jujur kukatakan kakak Baekhae adalah wanita yang sangat cerewet, tomboy dan menyebalkan berbeda dengan Baekhae yang manis, cantik dan….

“Ya!!! Jawab pertanyaanku” aku tersentak kaget ketika Baekinmemukul bahuku.

“ish… adikmu itu sudah 3 hari ini selalu meringkuk didalam selimutnya. Ini semua gara-gara Chanyeol yang baru saja menjalin hubungan dengan Junghee. Orang bodoh itu telah membuat Baekhae seperti ini. Aku khawatir melihatnya yang selalu sedih karena orang bodoh itu!”

“wah…wah… kau sebegitunya suka pada adikku ya?”

“hah?!? A… apa maksudmu?”

“wah sepertinya  aku mengalamni de ja vu… sudahlah dengan melihat sorot matamu tadi saja terlihat bahwa kau tidak mau melihat Baekhae terluka, nada bicaramu juga dan kau begitu khawatir pada adikku yang bodoh itu”

Aku hanya melongo melihat Baekin menuturkan smeua itu. Bagaimana bisa dia thu semua ini?

“hah… jangan melongo seperti orang bodoh! Cepatlah kau pergi dan hibur Baekhae agar dia tidak terlalu lama bersedih seperti orang bodoh. Cepat! Bisa-bisa nanti Baekhae dicuri oleh pria lain”

Tak sadar aku menjadi salah tingkah mendengar Baekin berkata seperti itu tapi aku juga kesal saat dia mengatakan bahwa Baekhae akan dibawa kabur oleh pria lain. Aku tidak mau itu terjadi ya… aku tidak mau.

“baiklah… terima kasih Baekin”

Aku pun secepat kilat melesat menuju rumah. Menuju masa depanku yang aku tidak tahu itu akan menjadi sad ending atau happy ending. Aku hanya mau melihat sekarang. Aku tidak peduli pada masa depan asal bersamamu di masa sekarang, aku sudah merasa bahagia setengah mati.

Aku pun sampai  dirumah. Sebelum aku melangkah masuk, aku menghela napas bersamaan dengan membuka kenop pintu.

“Baekhae… aku pulang….. lho? Baekhae?”

Aneh… tidak ada siapapun disana. Aku menoleh kesana kemari namun aku tidak menemukan sosok Baekhae dimana[un bahkan tempat tidunrnya kini kosong melompong meninggalkan selimut yang berantakan.

Aku pun keluar lagi dari coutage. Aku sangat khawatir jika dia pergi sendirian. Aku sudah mencari kesana kemari namun tak kutemukan juga sosok yang kusukai itu.

‘dia kemana?’ batinku

Aku pun menelusuri pantai. Tempat biasa kami menghabiskan waktu dulu dan bingo… benar saja, kutemukan dirinya sedang berjalan menuju lautan lepas…. Apa?!? Lautan lepas?!?! Apa yang… apa yang dia pikirkan?!?!? Bodoh!

“Baekhae!!! Baekhae!!!BAEKHAE!!”

Aku pun secepat kilat melesat kearahnya yang semakin lama semakin menjauhi bibir pantai. Sudah kupanggil namun dia tak kunjung menolehkan kepalanya padaku. ‘aku disini, Baekhae!’

“Baekhae!!!”

Saat aku hampir berhasil meraih tangannya, dia pun menoleh padaku membuatku hilang kendali dan menabraknya. Untunglah jarak kami dari bibir pantai masih terbilang cukup dekat sehingga tubuh kami tidak tenggelam di lautan itu.

“ya! Ayo ikut aku sekarang!”

“apa-apaan ini!”

Baekhae terus memberontak ketika aku membawanya kedaratan lagi. Aku menariknya terus dan terus. Mana mungkin aku melepaskannya untuk melakukan hal bodoh seperti itu. Tidak! Aku tidak mau kehilangan dia.

“kau… apa yang kau lakukan hah?!? Kau mau mengakhiri hidupmu untuk orang bodoh seperti chanyeol?!? Aku khawatir!! Bodoh!!” aku lepas kendali saat kami berhasil mencapai pinggir pantai. Tak sadar aku langsung memeluk erat sekakan tak mau melepasnya lagi.

“hmph… hahahahaha…”

Aku sangat kaget ketika mendengar orang yang sedang aku khawatirkan itu tertawa lepas didalam dekapanku. Aku pun langsung melepaskan dekapanku.

“kenapa kau tertawa?” kataku sambil memegang bahunya.

“hmph… kau bodoh… mana mungkin aku mau menghilangkan nyawaku hanya untuk Chanyeol. Dasar bodoh!”

“jadi?”

“hah? Yah… sudahlah lupakan saja hal itu.” katanya sambil menatap lurus kedepan. Dapat kulihat dia mengeluarkan segaris senyum yang terlalu dipaksakan.

“hah?”

“yah…lagipula aku tidak mau menyia-nyiakan hidupku ini”

“heh… kau berbicara seperti orang mati saja hahahaha” kataku sembari melirik kearahnya dan akau pun langsung mengangkat kedua alisku ketika wajah Baekhae seperti yang tercengang kaget.

“aaa.. haha…hahahaha… kurang aja kau! Kau kira aku akan mati, ish… hehehe”

“dasar, yasudah ayo kita kembali. Gara-gara kau aku basah kuyup begini”

‘aku akan berusaha membuatmu bahagia, Baekhae. walaupun kau tidak pernah melihatku’

To Be Continued~

mungkin thor bakal mem-post ff ini tidak serutin kemarin tapi thor usahakan mem-postnya sampai complete. so stay tune~

thanks dor reader. BIG THANKS for readers and comment it ^^

Leave Comment~

Iklan

About deerchopper

No matter what happen.... EXO is EXO! support EXO and Mr. crazy galaxy, Wuyifan ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Posted on Januari 6, 2014, in chapter, EXO, Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: