Baby Don’t Cry Chapter 5

BDCver2

by : Deerchopper

Cast : Kris | Baekhae | Chanyeol | Junghee

Rating : PG – 15

Genre : Songfic, Drama, Romantic, Sad, Hurt, Fantasy

Disclaimer: FF ini diambil dari sebuah lagu yang berjudul sama dengan judul ff tersebut. jika ingin mendapatkan FEEL-nya maka dengarkan lagu aslinya. FF ditulis karena Tuhan yang memberi thor inspirasi melalui pikiran author sendiri.

Kini aku melihat orang yang sangat kusayangi sedang bersantai di balkon depan. Melihat pantai yang begitu indahnya. Hei.. kau tahu? Kau itu lebih indah daripada pemandangan yang sedang kau lihat itu.

“chaggiya~ “ kataku sambil memeluknya dari belakang. Aku dapat merasakan dia tersentak kaget.

“a…ada apa, oppa?” katanya. ‘hem… dia masih malu rupanya’ batinku gemas melihatnya.

“mmm… aku bosan dirumah ayo kita kencan”

“hah? Aku sedang malas” katanya sembari berusha melepaskan pelukan dariku. Aku tidak menyerah aku semakin mengeratkan pelukanku padanya

“ayolah… sekali ini saja. Aku sangat ingin berkencan denganmu”

Junghee terdiam. Mungkin dia masih memikirkan ajakanku ini.

“hufffttt… Baiklah. Aku siap-siap dulu”

Aku agak kecewa dengan sikap Junghee yang tidak meresponku sama sekali. Ya… sejak kami menjalin suatu hubungan dia tidak pernah bersikap manja padaku bahkan semuanya aku yang memulainya pertama. Kenapa ya? Apa dia tidak serius padaku?

“oppa, kajja!” kata Junghee yang ternyata sudah siap dibelakangku.

Aku berjalan berdampingan dengannya. Keadaan ini sangat canggung seperti biasa. Aku pun berusaha untuk menggandeng tangannya. Aku pun memberanikan diri untuk memegang tangannya.

“oppa, apa yang kau lakukan?!” bentak Junghee

Aku hanya tersentak kaget. Kenapa dia begitu dingin padaku padahal kini aku adalah pacarnya. Kenapa dia begitu kesal saat aku menggandeng tangannya? Wajar kan jika pasangan kekasih melakukan hal itu.

“ Chanyeol, Junghee…”

Aku menengok kebelakang melihat siapa seseorang yang memamggilkau ternyata itu adalah Baekhae bersama Kris disampingnya. Akhir-akhir ini mereka terlihat selalu bersama. Aku bertemu mata dengan Kris namun dia langusng memalingkan matanya.

“Baekhae, kau kemana saja? dan Kris… mmm… hai” sapaku pada mereka ketika aku bertemu mereka dipinggir pantai. Kris hanya menarik sudut bibirnya untuk membalas sapaanku.yah.. lumayan untuk memperbaiki hubungan dengannya. Disaat yang bersamaan pun tiba-tiba Junghee menyilangkan 1 tangannya padaku. Berusaha untuk terlihat mesra didepan Kris. ya… aku tahu itu… berusaha…

“hai, oppa… kau sedang apa… aku dan Chanyeol oppa sedang berkencan”

“hah? Benarkah? Mmm… aku juga sedang kencan dengan Baekhae. iya kan?”

“apa?!?!” kataku bersamaan dengan Junghee. Jujur, aku sangat kaget ketika Kris mengatakan bahwa mereka sedang berkencan. Sejak kapan? Ah… adikku, Baekhae ternyata cinta lokasi denagn Kris. baguslah dia mendapat lelaki yang sangat baik.

“wah selamat ya…” kataku yang langsung berjabat tangan dengan Baekhae namun tidk dengan Kris sepertinya dia mengalihkan pandangannya ketika aku bertatap dengannya.

Saat kulihat wajah Junghee, aku menautkan kedua alisku. Wajahnya sangat menyeramkan sepertinya dia sangat tidak suka dengan Baekhae. dia menatap Baekhae dengan penuh kebencian. Ada apa dengannya?

 

***

“heh… jadi kalian sudah pacaran? Yah… bagaimana jika kita double date? Kebetulan aku dan Chanyeol oppa ingin kencan. Kalian juga ikut ya?” kata Junghee agar dirinya terlihat tenang.

“ah iya… boleh…” kata Kris menerima tantangan.

Mereka ber-empat pun melakuakn double date. Mereka memilih taman air yang ada disekitar daerah Mokpo. Mereka pergi dengan mobil Chanyeol dengan Chanyeol yang menyetir, Junghee duduk didepan, sedangkan Kris dan Baekhae duduk dibelakang.

“sssttt… Kris, kenapa kau bilang kita ada hubungan?”

“pssttt!!! Jangan keras-keras! Nanti aku beritahu”

Baekhae pun hanya mengikuti kata-kata dari Kris. dia hanya berdecak kesal karena Kris selalu membuatnya penasaran. Baekhae pun melihat ke kaca spion depan. Sungguh mengagetkan Junghee sedang melihatnya sinis. Matanay begitu mengeluarkan amarah yang sangat besar. Refleks, Baekhae pun langsung membuang mukanya. Kris yang berada didekatnya pun sadar bahwa ada yang tidak beres.

“Kau kenapa?”

“aaaa… tidak… tidak apa”

“ah… baiklah…” kata Kris mengiyakan.

Kris pun tidak langsung percaya dengan omongan Baekhae. dia pun sebenarnya tahu siapa sumbernya. Kris langsung melirik kearah Junghee dan benar saja mimik wajah Junghee sangat menyeramkan dan Kris melihat di kaca spion mata Junghee selalu mengarah kepada Baekhae sedangkan Baekhae dia hanya bingung mau melihat kemana dan wajahnya sangat panik.

“ah… Baekhae, sini kau mengantuk ya. Sini, mendekatlah” kata Kris sambil menarik tangan Baekhae.

Baekhae pun langsung jatuh ke dada Kris yang sangat bidang itu karena Kris menarik kepalanya. dia mendongkak mencari tahu penjelasan Kris.

“sudahlah… jika kau mengantuk tidur saja. Aku akan menjagamu” kata Kris sambil menepuk-nepuk kepala Baekhae.

“hahahaha… kalian bertindak memalukan” ledek Chanyeol melihat adegan romantis itu.

“eish… sudahlah… menyetir saja sana!”

Dengan tindakan Kris tersebut, Baekhae pun terbebas dari ancaman tatapan sang harimau. Baekhae kini tenggelam didada Kris. medengarkan detak jantung Kris yang ia rasakan diwajahnya.

“ detak jantungmu sangat keras” kata Baekhae polos.

“su…sudahlah… berbaring saja sana!”

Baekhae hanya terkekeh melihat sikap Kris yang canggung dan terbaring dipelukan Kris dengan nyaman dan Kris pun gugup setengah mati oleh orang yang sedang terbaring damai di dadanya.

‘huffttt…. Aku harus mengontrol diriku sendiri… ya… huffttt… tenang’

 

***

Gelap. sendirian. Takut. Tidak ada kepedulian. Siapa? Siapa itu? tangan siapa yang mengulurkannya? Kehangatan yang sangat tenang. Aku sangat nyaman. Aku merasa kini aku tidak sendirian. Padahal selama 3 hari kemarin aku terus berdiam diri bagaikan tenggelam di kegelapan. Kini ada orang yang menarikku dari kegelapan itu. siapa? Dia hanya menggandeng tanganku sambil berlari. Aku hanya dapat melihat siluet sosoknya dari belakang. Dia menuntunku menuju tempat yang sangat indah… siapa kau?

“hae… Baekhae….”

Tiba-tiba aku terbangun dari perjalanan khayalan tidurku itu.

“Kris….” kataku  setelah membuka matanya perlahan.

“hah… kau bangun juga.”

“lho ini dimana?” kataku bertanya

“kita sudah sampai. Tadi kau ketiduran… hah kau sangat berat ya padahal tubuhmu seperti kurcaci”

“hah? Apa katamu?!” kataku kesal mendengar ledekannya dan memukul bahunya. Yah… walaupun aku tahu pukulanku baginya hanyalah sebuah gangguan kecil.

“tadi kau bilang berat? Kau yang membawaku kesini?”

“iya… tadi kau kugendong. Tidak mungkin kan kita menunggumu bangun di mobil”

Aku pun hanya mengangguk-angguk. Aku mendengar suara seseorang memanggilku dari kejauhan dan ternyata itu adalah Chanyeol dan Junghee pastinya. Aku agak kaget melihat Chanyeol yang hanya memakai pakaian renangnya namun entah kenapa aku tidak tertegun melihatnya dengan Junghee bersama. Apa aku sudah terbiasa dengan keberadaan mereka?

“Baekhae… kau sudah bangun ya?” kata Chanyeol.

“ahahaha… iya, maaf sudah membuat kalian repot” kataku.

“ish… memang merepotkan” gumam Junghee yang dapat kudengar. Yah.. memang dia sangat membenciku. Namun Chanyeol hanya menegurnya dengan menyikut pelan dengan sikunya.

“mmm… Baekhae, Kris… ayo kita bermain…”

“aaa… maaf tapi sepertinya aku tidak bisa karena kepalaku masih pusing. Kris… kau pergilah”

Aku langsung mendorong pundak Kris agar dia bangaun dari tempat duduknya dan pergi. Entah kenapa aku mau sendirian.

“tidak… jika kau tidak pergi, aku juga”

Aku pun hanya menautkan kedua alsiku sambil menatap Kris.

“Hei, Chanyeol aku mau pinjam mobil” kata Kris menatap Cahnyeol. Chanyeol agak sedikit kaget namun setelah Kris mengatakan bahwa dia akan ke tempat ini lagi untuk menjemput mereka berdua -Chanyeol dan Junghee- Chanyeol pun langsung memberi kunci mobil pada Kris.

“Ayo, Baekhae. Kita pergi… Aku mau memperlihatkanmu sesuatu” kata Kris sambil menarik tanganku pergi dari hadapan mereka berdua.

Kami pun melesat melaju menuju tempat yang mau Kris tunjukkan padaku.

***

            Kris pun akhirnya mengajak jalan-jalan Baekhae karena dia bosan hanya diam duduk ditempat yang harusnya mereka bisa bermain dan bersenang-senang. Kris membawa Baekhae ke suatu mansion kecil berwarna putih di pinggir tebing yang langsung berhadapan dengan laut.

Mereka pun masuk kedalam mansion itu. didalam mansion itu banyak sekali lukisan. Disepanjang dinding pasti terpajang lukisan. Yah… bisa dibilang lukisan itu tidak seindah buatan masterpiece namun Baekhae terlihat sangat mengaguminya karena lukisan itu pasti dibuat dari kerja keras dari sang pelukis. Lukisan itu juga dilukis dari hati sang pelukis. Indah.

“kenapa kau sangat senang? Lukisan ini kan tidak bagus bisa dikatakan sangat abstrak” kata Kris meremehkan. Baekhae langsung menoleh dan menautkan kedua alisnya. Dia terlihat kesal karena Kris mengatakan hal macam itu.

“kau tidak boleh mangatakan seperti itu pada karyamu sendiri, Kris” kata Baekhae

Kris pun mebelalakan matanya ketika Baekhae mengatakan hal itu.

“kau tahu darimana?”

“mmm… hanya perasaanku saja. Menurutku kau sangat cocok melukis. Lagipula lukisanmu sangat indah aku suka. Tergambar jelas bagaimana kerja keras dan betapa kau sukanya pada bidang lukis. Indah” kata Baekhae tersenyum.

Kris yang tadinya mengernyitkan alisnya perlahan menunjukkan seulas seyum. Baru kali ini Kris menemukan orang yang memuji lukisannya yang sangat abstrak itu.

“kau juga jangan lelah belajar ya. Kau harus tunjukkan padaku bahwa kau akan menjadi pelukis yang hebat. Suatu saat buatkan satu untukku ya”

“terima kasih…” gumamku

Sekarang mereka berdua duduk di balkon mansion itu yang langsung berhadapan dengan lautan.

“Kris… kenapa kau menyebutku sebagai pacarmu?”

“apa? Aaaa… itu karena kau terlihat kasihan hahahaha”

“begitukah?”

Baekhae membalas jawaban Kris dengan nada suara yang lemas seakan dia meratapi takdir hidupnya sendiri. Tidak… bukan seperti itu Baekhae sedang berpikir kenapa kini dia terlihat biasa saja melihat chanyeol memang masih ada rasa gugup namun jantungnya tidak berdegup kencang seperti pada awalnya. Aneh

“Baekhae… kau kenapa? Maaf ya. Aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya bercanda.”

Baekhae pun tersadar dari lamunannya itu setelah Kris terus memanggilnya.

“hah? Ah tidak… sudahlah… tapi terima kasih ya. Kau sangat membantuku selama aku berada disini”

Kris pun hanya tersenyum. Walalupun dia berharap Baekhae menanyakan hal itu lagi padanya dan pasti akan ia jawab dengan perasaan yang jujur.

Ketika Baekhae terlarut dalam lamunannya. Alisnya tiba-tiba terangkat menandakan bahwa dia menemukan sesuatu yang baru ia ingat sekarang lalu ekspresinya kini menjadi takut dan gelisah.

“kau kenapa?” tanya Kris saat melihat Baekhae terpaku.

Tiba-tiba Baekhae melihat intens pada Kris. dan tanpa sadar Baekhae menyilangkan tangannya pada Kris dan kepalanya bersender di bahu Kris. Kris yang punya perasaan pada Baekhae pun terkejut dan menjadi membeku ketika Baekhae kini sedang berada disisinya.

Entah kenapa saat tadi Baekhae melihat Kris, dia menemukan seseorang yang membuatnya tenang, seseorang yang membautnya nyaman, seseorang yang dapat digunakan pundaknya untuk menenangkan hati Baekhae karena hal “itu”

 

 

***

 

Suara gemuruh petir berkecamuk diluar sana dan sekarang sudah malam membuat tidur malam Baekhae tidak nyaman.

“ugh! Kenapa harus seperti ini?!kyaaaa!!!” Baekhae berteriak karena suara petir yang begitu keras terdengar barusan.

“Kris… kriss…”

Baekhae yang menyelimuti seluruh tubuhnya hingga kepala membangunkan Kris yang berada di sofa tak jauh dari tenpat tidurnya.

“mmm… apa?”

“temani aku tidur…”

“HAH?!?!?” Kris yang terkejut mendengar ucapan Baekhae barusan pun langsung terbangun dari tempat pembaringannya.

DUAR!!! Suara gemuruh kembali menyambar dan membuat Baekhae berteriak. Baekhae pun meringkuk sambil memperdalam selimut yang menempel ditubuhnya itu.

“hei, kau tidak papa?”

“duh… aku takut dengan petir”

“hah? Padahal kau kan tadinya tinggal di laut yang selalu didatangi petir”

“iya tapi jika didalam laut suaranya tidak sekeras ini karena tekanan didalam laut itu lebih besar jadi bisa meredam suara”

Kris pun tak bisa menyangkal teori fisika yang dituturkan oleh Baekhae. Ia hanya mangut-mangut seperti orang bodoh.

“hei… benar tidak apa?”

“iya, lagipula kau tidak nyaman kan tidur di sofa itu? Sudahlah tidak apa…”

Kini Kris sudah tidur berada disamping Baekhae. Yah… Pada akhirnya Kris pun memenuhi permintaan Baekhae untuk menemaninya tidur. Jujur, Kris pun juga tidak nyaman tidur terus menerus di sofa itu.

“kau percaya padaku?”

“hah?!?! Memangnya kau mau apa?!?” kata Baekhae sambil menjauh dari Kris dan menarik selimutnya.

“ish… tidak, sudahlah tidur sana. Jangan dekat-dekat aku!”

Malam itu dipenuhi dengan gemuruh petir yang sangat keras dan suara teriakan Baekhae yang tidak kalah kerasnya. Alhasil, Kris tidak bisa tidur saat suara-suara yang mengganggu itu sudah tiada.

TIK TOCK TIK TOCK. Hening. Hanya suara jam dinding yang berdetak.

“hah… enak sekali dia tidur setelah membuatku menjadi seorang insomnia seperti ini” gerutu Kris.

SREK! Baekhae membalikkan badannya mendekati Kris sehingga dia menghadap kearah Kris tepat saat Kris mengalihkan pandangannya pada Baekhae.

“hah… kan sudah kubilang jangan dekat-dekat aku” kata Kris sambil membalikkan badannya membelakangi Baekhae.

Sebenarnya tanpa Kris sadari Baekhae belum lah sepenuhnya tertidur. Dia juga tidak tenang karena ada Kris disampingnya sedang tertidur kini. Entah kenapa perasaan Baekhae kini menjadi campur aduk. Jantungnya terus berdegup kencang sekencang-kencangnya bahkan melebihi saat Baekhae berhadapan dengan Chanyeol. Namun ekspresinya kembali menjadi gelisah ketika ia menyadari bahwa ini malam hari.

“tinggal beberapa hari lagi…”

To Be Continued…

Leave Comment~

 

Iklan

About deerchopper

No matter what happen.... EXO is EXO! support EXO and Mr. crazy galaxy, Wuyifan ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Posted on April 23, 2014, in chapter, EXO, Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: