Baby Don’t Cry Chapter 6 [Last Chapter]

BDCver2

by : Deerchopper

Cast : Kris | Baekhae | Chanyeol | Junghee

Rating : PG – 15

Genre : Songfic, Drama, Romantic, Sad, Hurt, Fantasy

Disclaimer: FF ini murni dari pikiran thor sendiri yang diberikan oleh tuhan. jik ada kesamaan itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak disengaja.

[!!!] Jika ingin Feelnya terasa putarlah lagu Baby Don’t Cry saat membaca chapter ini ^^

Let’s Read READERS!!! [Last Chapter]

Pagi pun datang menggantikan malam. Matahari pun datang menggantikan bulan. Kris membuka matanya perlahan.

“mmm… lho? Baekhae… kau sedang apa?”

Kris pun bangkit dan melihat Baekhae duduk dipinggiran tempat tidur dengan wajahnya yang kebingungan dan gelisah. Kris pun memegang pundaknya karena Baekhae tak kunjung menoleh padanya namun tiba-tiba Baekhae menepis tangan Kris dan langsung berdiri.

“Jangan sentuh aku!” kata Baekhae bersamaan dengan berdirinya dia.

Kris tersentak kaget saat Baekhae membentaknya dan menepis tangannya. Kris khawatir dengan keadaan Baekhae yang tiba-tiba berubah.

Baekhae pun terlihat kaget juga saat dia melakukan hal itu pada Kris. matanya mengarah kesana-kemari. Akhirnya Baekhae pun meninggalkan Kris yang masih terpaku disana.

Baekhae keluar untuk mendinginkan kepalanya. Dia terlihat kebingungan. Matanya kosong dan terus berjalan kedepan. Alisnya menurun kebawah. Benar-benar orang yang sedang memikirkan sesuatu hal yang sangat besar.

tibatiba suara yang entah darimana datangnya menguasai pikiran Baekhae. Dia terus mengatakan kalimat yang sama terus menerus yaitu,

‘Baekhae…. ini…. Lusa adalah malam terakhirmu….’

“iya! Aku tahu! Aku tahu! Diamlah!!!” kata Baekhae sambil menjanggut rambutnya sendiri dengan kedua tangannya.

“Baekhae!!! kau kenapa?!?!”

“chii…”

Ternyata chii mengawasi Baekhae sedari tadi dari teluk. Baekhae pun mengikuti chii dan sampai pada tempat yang hanya diketahui oleh Baekhae dan Kris yaitu tempat pertama kali mereka bertemu dengan chii, tempat yang sangat tidak terlihat oleh banyak orang. Di tempat itu sudah menunggu kakak Baekhae, Baekin.

“Baekhae, kau tahu kan 2 hari lagi…”

“aku tahu kak!” bentak Baekhae

“kau terlihat tidak baik ya”

“tentu saja!! Bagaimana….”

“lalu kenapa kau mengambil jalan ini?! Ini jalan takdir yang kau pilih!! jika kau sudah memilih jalan hidupmu sendiri kau juga harus menerima resikonya! Jika kau bersikap seperti tadi maka kau adalah seorang pengecut yang hanya menginginkan kebahagiaan tapi tidak mau memikirkan hal terburuk dari apa yang kau pilih! Aku tidak mengajarkanmu untuk lari dari kenyataan, Baekhae!!!” potong Baekin sambil membentak Baekhae. Baekhae pun langsung tersentak kaget dan ekspresinya kini berubah menjadi menyesal.

“Baekin… sudahlah” kata chii menenangkan

“diamlah, chii… aku sedang berbicara dengan Baekhae. Kenapa, Baekhae?! kau menyesal?!”

“….” Baekhae terdiam seakan dia memikirkan hal yang barusan diucapkan oleh Baekin.

“kau benar kak, maafkan aku. Aku memang bodoh! Maaf”

Baekin pun merasa iba dengan apa yang ditimpa oleh adiknya. Tidak hanya Baekhae yang merasakan beban itu tapi Baekin yang notabene adalah kakak dari Baekhae juga harus menerima resiko atas perbuatan adik bodohnya itu. Baekin pun merogoh sesuatu didalam air.

“ini… ambillah” kata Baekin sambil meyerahkan sesuatu.

“Baekin, kau sungguh memberikan itu. itu sangat berbahaya?! Kau tahu itu kan?! ucap chii

“iya, aku tahu chii… Baekhae, kau tahu ini apa? aku ingin kau memiliki ini”

“…………….”

“…………”

Setelah penjelasan panjang lebar dan perdebatan dengan Baekin selesai, Baekhae pun mengambil pisau itu. dia menggenggam sesuatu yang baru saja Baekin berikan padanya ditengah tubuhnya seakan bingung harus memilih pilihan yang mana. Baekhae pun pergi tanpa kata-kata meninggalkan chii dan Baekin.

“Baekin, kau harus menceritakan semuanya padaku”

“Kris…”

Baekin menoleh cepat ketika Kris tiba-tiba muncul dari belakang dengan wajah yang ditekuk. Meminta penjelasan apa yang baru saja menjadi topik pembicaraan antara Baekin dan Baekhae.

Baekin melihat wajah Kris. wajahnya bersungguh-sungguh. ‘ah si Junghee itu suka pada Kris mungkin dia bisa membantu ah… tapi Kris meyukai adikku.. mana mungkin aku tega memintanya pertolongan’

“tidak, Kris… tidak apa-apa”

“Baekin, aku akan melakukan apapun untuk Baekhae! kulakukan apapun untuknya, apapun!”

Baekin melihat wajah Kris yang penuh keseriusan itu. ‘baiklah, aku akan memintanya bantuan. Aku percaya padamu , Kris’ batin Baekin.

“kau tahu kan Baekhae yang tadinya mermaid berubah menjadi manusia?” Kris pun mengangguk cepat untuk meminta penjelasan yang lebih lanjut.

“dia melakuan hal tersebut dengan membuat perjanjian dengan seseorang yaitu seorang penyihir laut yang dapat merubahnya menjadi seorang manusia. Dia menukarkan siripnya dengan kaki manusia dan dia meminta bayaran yang sangat mahal dengan orang yang melakukan perjanjian dengannya.”

“imbalan apa yang dimintanya pada Baekhae”

“jika Baekhae tidak mendapatkan cinta dan memiliki sang pangeran maka Baekhae akan berubah menjadi buih laut selamanya”

Kris hanya menautkan kedua alisnya dengan mata yang dilebarkan.

“ini.. tidak mungkin… apa tidak ada yang bisa kita lakukan?”

“iya… aku khawatir padanya. Aku hanya ingin melihatnya bahagia. Jadi…”

“tenang, Baekin. Aku pasti akan membuat Baekhae bahagia. Kau tenang saja. Aku tahu akan melakukan apa”

Tak lama setelah itu Kris pun pergi meninggalkan Baekin dan chii tanpa sepatah kata pun.

‘Baekhae, kau tenang saja. Aku pasti menyelamatkanmu’

***

            Setelah itu, aku langsung melesat menuju rumah Chanyeol. Dalam perjalanan aku berpikir. Apa ini yang aku mau? Tapi jika aku tidak melakukan ini Baekhae tidak akan medapatkan cintanya dan akan berubah menjadi buih laut. Aku tidak mau itu terjadi. Apapun akan kulakukan untuknya walaupun itu mengorbankan diriku sendiri. Aku rela asal dia baik-baik saja dan bahagia. Ya… itu benar. Tekadku sudah bulat.

Tok!! Tok!! Tok!!! Aku mengetuk keras pintu rumah Chanyeol.

“lho, oppa… ada apa?” kata Junghee ketika melihatku.

“Junghee, menikahlah denganku”

Kulihat wajah Junghee kaget bukan kepalang. Dia terlihat sangat senang karena dia merekahkan senyumannya. Hah… ya Kris tidak apa…

“oppa… kau serius?”

“iya, jika kau menerimanya. Aku akan mempercepat pernikahan kita. Kau mau?”

“ya…ya…ya… tentu saja aku mau” Junghee pun langsung memelukku. Aku tidak bereaksi apa-apa. Aku hanya memikirkan Baekhae seorang. Mataku kosong. Pikiran ini sangat kacau.

Ya… pada akhirnya Junghee menerima lamaranku. Ya… ini harus terjadi agar Baekhae dapat mendapatkan Chanyeol. Ya.. setidaknya aku bisa membuat hubungan antara Baekhae dan Chanyeol bisa lebih maju kedepan.

“selamat ya…” tiba-tiba Chanyeol muncul dari belakang sambil tersenyum walaupun aku tahu itu hanya senyuman palsu.

“oppa, maaf tapi aku…”

“tidak apa, Junghee. Kau bisa menikah dengan Kris. aku tahu sih sebenarnya selama ini kau tidak serius padaku. Aku tahu dan aku sadar. Yah.. akhirnya kau mendapatkan apa yang kau mau. Selamat ya” kata Chanyeol sambil berlalu meninggalkanku dan Junghee.

‘jagalah Baekhae baik-baik, Chanyeol’ batinku

***

            “hah… sungguh tidak dipercaya. Hah… tapi mau bagaimana lagi aku tahu bahwa Junghee sangat mencintai Kris. hah…” kata Chanyeol sambil menghela napasnya panjang.

Chanyeol kini tidak mempunyai arah dan tujuan. Dia hanya berjalan mengikuti langkah kakinya entah kemana. Ditengah perjalanan, Chanyeoltiba-tiba bertemu dengan Baekhae.

“lho, Baekhae sedang apa kau disini?”

“ah… tidak. Aku hanya sedang bersantai” kata Baekhae

“boleh aku bergabung?”

“ah tentu. Silahkan…”

“mmm… jadi, bagaimana hubunganmu dengan Junghee. Aku sudah lama tidak mendengar hubungan kalian”

“hahaha… kami baru saja putus.” Kata Chanyeol dengan nada suara meremehkan.

“apa? Apa yang terjadi?”

“tadi… tiba-tiba saja Kris kerumah dan melamar Junghee”

“apa?!?!” Baekhae kaget dengan apa yang diucapkan Chanyeol.

“iya… aku tidak tahu kenapa tapi kurasa dia buru-buru. Dia bilang dia akan menikahi Junghee lusa”

“apa?! Kenapa itu bisa terjadi?” kata Baekhae panik dan menautkan kedua alisnya

“Baekhae, kau kenapa?!”

Chanyeol kaget ketika tiba-tiba Baekhae menangis. Dia meneteskan airmatanya tanpa ekspresi apapun.

“Bekhae?!?!” Chanyeol pun menggoyang-goyangkan bahu Baekhae agar dia tersadar dari lamunannya.

“ah iya… kenapa?”

“kau menangis… ada apa?”

“hah? Benarkah? Ah… a..aku tidak apa-apa… tadi aku melamun sampai tidak mengedipkan mataku… yaampun sampai berair seperti ini”

“benar kau tidak apa?”

“iya… sudahlah… ah iya aku ada urusan. Ku tinggal dulu ya… dah, Chanyeol. Ah iya… jangan bersedih kau pasti akan menemukan wanita yang lebih baik dari Junghee” kata Baekhae sambil melambaikan tangannya dan pergi. Dia mencoba tersenyum seceria mungkin agar Chanyeol tidak khawatir dengannya.

‘kenapa? Kenapa aku menangis mendengar Kris akan menikah dengan Junghee? Kenapa hatiku begitu sakita bahkan kali ini lebih sakit daripada dengan Chanyeol. Kenapa aku begitu sesakit ini’ batin Baekhae.

***

            DRRTT!!! DRTTT!!!

“hallo? Ada apa Kris?”

“Chanyeol, bisakah kau ke café biasa sekarang. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”

“baiklah, aku kesana sekarang”

Chanyeol pun melesat menuju café yang biasanya mereka kunjungi sejak smp dulu. Chanyeol penasaran dengan apa yang akan dibicarakan dengan Kris walaupun dia sudha mengira-ngira apa yang akan menjadi topik yang akan mereka bincangkan. Setelah 30 menit, Chanyeol pun sampai ditempat perjanjian. Dia melihat sekeliling dan menemukan sosok yang sudah familiar dengannya sedang menopang dagunya sambil memainkan sedotan yang terdapat didalam minuman yang sudah ia pesan. Chanyeol pun menghampiri Kris.

“ Kris… maaf, sudah menunggu lama”

“tidak, aku juga baru sampai”

Hening… mereka berdua terdiam dalam situasi yang canggung diantara keramaian café tersebut. Akhirnya Chanyeol memutuskan untuk memecah kecanggungan ini.

“mmm… jadi apa yang mau kau bicarakan denganku?”

Kris diam. Dia masih menimbang-nimbang menyampaikan hal tersebut pada Chanyeol atatu tidak. Akhirnya Kris pun memutuskan unutk meyampaikannya. Karena itu untuk kebaikan Baekhae agar dia dapat diselamatkan.

“Chanyeol, maafkan aku karena aku telah merebut Junghee darimu”

“tidak apa lagipula Junghee memang sudah mencintaimu dari dulu”

“aku ingin meminta sesuatu padamu” kata Kris sambil menatap Chanyeol intens.

“apa?”

“aku ingin kau menjaga Baekhae”

“maksudmu?”

“kau tahu… Baekhae… dia menyukaimu… tidak… dia mencintaimu. Diasangat tulus padamu bahkan dia rela dirinya tersakiti hanya untuk membuatmu bahagian ah bukan hanya untuk membuatmu tersenyum”

Chanyeol terdiam. Dia hanya mengerutkan kedua alisnya dan matanya melirik kebawah. Sedang berpikir.

“dan kau tahu? Dia mempertaruhkan nyawanya hanya untuk bertemu denganmu. Dia melakukan hal yang sangat membahayakan dirinya hanya untuk mengenalmu dan mendekatimu”

“mempertaruhkan nyawa?” tanya Chanyeol bingung.

“yah… aku tidak perlu mengatakannya. Yang pasti Baekhae melakukan itu semua. Melakukan hal yang memiliki resiko yang sangat berat hanya untuk bertemu denganmu. Bertemu dengan orang yang dicintainya selama ini”

“benarkah… itu?” ucap Chanyeol dengan mimik muka menyesalnya.

“iya, aku mohon padamu untuk menjaga Baekhae”

“kau menyukainya, iya kan? Aku sudah mengenalmu lama, Kris”

“sudahlah… sekarang aku menyerahkan Baekhae padamu karena kebahagiaan Baekhae hanya ada didirimu, Chanyeol”

“hmm… jagalah Junghee baik-baik walaupun kau tidak menyukainya tapi semua hati Junghee ada di dirimu. Cobalah untuk mencintainya”

Secara tak langsung kedua orang ini berada diposisi yang sama. Yah… tidak selamanya juga perkiraan mereka berdua benar. Itu lah takdir… kita tidak tahu bahwa perkiraan kita kedepan walaupun itu sudah jelas tiba-tiba ada sesuatu yang akan mengubah jalan takdir itu.

 

***

            Matahari sudah berada di ufuk barat. Memancarkan warna kemerahan yang sangat indah karena tereflerksikan dengan air laut yang bagaikan tiada batasnya di ujung sana. Baekhae sedang terdiam ditepi pantai. Rambutnya yang panjang terkibas oleh angin yang membuaut rambutnya tidak teratur arahnya. Baju yang ia kenakan pun juag terkibas oleh kejamnya angin laut.

“Baekhae…”

“ah… Chanyeol. Ada apa kau memanggilku kemari?” kata Baekhae sembari menyelipkan rambutnya yang panjang kesela-sela telinganya.

“mmm… begini… tadi aku bertemu dengan Kris dia sudah mengatakan semuanya tentangmu”

“hah? Apa saja yang dia katakan?”

“mmm… selama ini kau menyukaiku ya?” tanya Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya.

Baekhae pun langsung membelalakan matanya ketika Chanyeol mengucapkan itu tapi kemudian mimik wajahnya melunak seperti biasa.

“ya benar…”

“Maafkan aku… aku benar-benar tidak peka. Pasti selama ini kau sering tersakiti karena aku. Terutama mengenai Junghee. Maafkan aku… aku sungguh minta maaf”

“sudahlah… itu sudah berlalu…” kata Baekhae sambil mengalihkan pandangannya dari Chanyeol.

“Maafkan aku.. aku akan melakukan hal apapun untukmu apapun yang kau mau”

Sekarang Baekhae terlihat biasa saja ketika Chanyeol menyatakan hal yang dulu Baekhae pasti akan kejang-kejang dibuatnya, namun sekarang Baekhae terlihat biasa saja bisa dibilang wajahnya terlihat sedih. Bahkan ketika Chanyeol menanyakan bahwa Baekhae menyukainya, Baekhae dengan lantang mengatakan iya dan menjelaskan bahwa itu sudah berlalu. Tersadar sepenuhnya… Ya… sebuah kesadaran yang sangat terlambat.

“benarkah?”

“iya, karena aku merasa bersalah padamu”

“baiklah. Aku mau, mulai sekarang kau harus bisa melanjutkan hidupmu.jangan melihat kebelakang lagi. Bahagiakanlah seseorang untukku. Tapi jika kau masih bisa mendapatkannya kelak, jangan sampai kau lepaskan lagi orang itu”

“kau serius?”

“iya,lagipula ini sudah sangat terlambat. Tidak apa-apa. Dan terima kasih atas selama ini. Kau sangat baik padaku” kata Baekae sambil merekahkan senyumannya pada Chanyeol.

***

            Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi namun Kris tidak bisa tidur karena hari ini adalah hari pernikahannya. Sebenarnya dia sangat ingin kabur, membawa Baekhae dan hidup bahagia selamanya tapi apa mau dikata semua itu tidak mungkin terjadi kan? Seperti perasaannya sekarang, perlahan hujan turun rintik-rintik menemani kesendirian Kris diantara pikirannya yang sangat kalut itu.

“hah… Bagaimana dengan Baekhae ya? Aku sangat tidak mau ada yang menjadi korban”

          “hah… sudahlah… beberapa jam lagi aku harus mempersiapkan diriku. Hah…”

Setelah menghela napas panjang, Kris pun berbalik dan membetulkan posisi tidurnya. Dia berharap dia bisa tidur walaupun hanya beberapa jam saja.

Krieeettt…

Kris mengerutkan alisnya ketika ada mendengar decitan pelan pintu. Pintu itu terbuka. Kris pun membalikkan badan. Dia menyipitkan matanya berusaha untuk menebak siapa yang datang di pagi hari yang masih buta ini.

“siapa itu?….” Kris pun semakin mendekati siluet seseorang yang berada didepan pintunya. “Baekhae…..” gumamnya.

 

***

            Aku sungguh terkejut ketika menemukan Baekhae berada didepan pintu kamarku. Aku pun beranjak dari tempat tidur.

“Baekhae… kenapa kau….”

Aku sangat kaget sampai-sampai mataku melebar ketika aku menyadari bahwa Baekhae berada denganku sekarang. Dimalam terakhirnya dengan membawa sebilah pisau ditangannya. Bersamaku.

“Baekhae, kau…… kenapa kau kesini?”

Flashback

          Aku sedang mengejar Baekhae. aku melihat chii yang tiba-tiba muncul dari air. Dia pun pergi bersama Baekhae dan menghilang diantara batu karang sana. Aku pun mengikutinya.

            “Baekhae…” aku langsung menutup mulutku ketika melihat Baekin disana sedang memarahi Baekhae.

“iya, aku tahu chii… Baekhae, kau tahu ini apa? aku ingin kau memiliki ini”

            “ini pisau aquablood”

            “aquablood?”

            “iya… jika kau ingin kembali menjadi mermaid, tancapkan pisau ini dijantung orang yang kau cintai dan teteskan darah orang itu pada kakimu. Kau akan kembali menjadi mermaid lagi”

            “apa?!? Jadi aku harus membunuhnya?! Itu tidak mungkin kak! Aku tidak mungkin melakukan hal sekejam itu”

            “yah… itu terserah padamu. Sekarang ada 2 pilihan Baekhae. sebenarnya aku hanya ingin membantumu. Pilihanku ini bisa membuatmu kembali menjadi dirimu yang sebenarnya atau kau lebih memilihnya. Itu terserah padamu saja”

            “jadi, besok aku harus membunuhnya ketika matahari belum terbit?”

            “ya, bunuhlah dia…..”

            Flashback End

Ya… sebenarnya aku sudah mengetahui semuanya. Mengetahui apa yang Baekin belum beritahu padaku. Tentang pisau yang diberikan oleh Baekin kepada Baekhae kemarin. Aku sudah mengetahuinya.

“Baekhae, kenapa kau kesini? Bukankah seharusnya kau berada bersama Chanyeol sekarang? Kenapa kau kesini? Kau mau merelakan nyawamu?”

Mata Baekhae melebar tapi masih ada kesedihan dimatanya yang indah itu. aku tahu dia kaget karena aku sudah mengetahui semuanya. Tapi, kenapa dia berada disini? Ada apa Baekhae?

“kau sudah mengetahuinya? Seharusnya kau mengerti kenapa aku berada disini denganmu Kris”

Aku pun berpikir dan langsung membelalakan mataku ketika aku menemukan semua jawaban itu. aku yang tadinya menatap kebawah untuk berpikir kini langsung kuarahkan mataku pada orang dihadapanku ini.

“kau… kau tidak mungkin…. menyukaiku…? “ aku menebak hal yang tidak mungkin. Bodoh! Aku pun hanya terkekeh sendiri.

“tidak…” aku agak kecewa mendengar hal tersebut walaupun aku sudah mengetahuinya.

“lalu kenapa kau membawa pisau itu ke…” tiba-tiba Baekhae memotong omonganku.

“aku mencintaimu!!! Aku baru sadar bahwa kau lah yang selama ini kucari. Kau lah yang selalu ada untukku. Kau lah yang selama ini menjagaku. Kau yang selalu peduli padaku. Kau lah yang… hiks… selama ini… hiks… melin… hiks… melindungiku. Hiks… hiks… kau… hiks.. kau lah… hiks… yang selama ini selalu…. Hiks.. selalu mencintaiku… hiks… dengan tulus….” kata Baekhae terisak menangis.

Aku mebelalakan mataku ketika Baekhae mengatakan bahwa dia mencintaiku…Baekhae… dia mencintaiku… ini tidak mungkin…. Ada kebahagiaan sekaliagus kepedihan dalam situasi ini karena melihatnya menangis.

“kau tahu?”

“hiks… hiks… maaf, aku tidak peka sebelumnya… aku baru sadar”

“aku…aku juga mencintaimu… sudah lama. Sejak kita pertama kali bertemu”

Aku sungguh bahagia karena kini cintaku terbalas… akhirnya aku mendapatkannya.

“baiklah, ayo Baekhae kita pergi dari sini memulai kehidupan baru dan memulai hubungan baru. Ayo!”

Aku pun meraih tangan Baekhae agar segera meninggalkan tempat itu tapi tiba-tiba tangan itu tak bergerak. Baekhae hanya diam mematung disana.

“tidak… ini sudah berakhir. Terlambat… ini hanya soal waktu Kris”

“apa maksudmu?” kataku mengerutkan alisku sambil melepaskan tangannya.

“semuanya sudah berakhir. Sudah terlambat. Ini adalah malam terakhir… peraturan itu sudah tidak berlaku lagi! Walaupun kita saling mencintai, itu tidak akan bisa menyelamatkanku, Kris. Sekarang aku hanya mempunyai 2 pilihan, membunuhmu atau aku yang akan berubah menjadi buih”

Aku tersentak kaget ketika Baekhae mengatakan hal itu. tidak mungkin… peraturan bahwa jika kau mendapatkan cinta dan memiliki orang yang dicintai, kau tidak akan menjadi buih sudah tidak berlaku di malam terakhir? aku tidak mau mempercayai perkataannya. Berarti salah satu diantara kami harus menghilang dari kehidupan ini.

 

***

Aku menatap Kris intens. Selama ini ternyata kau lah yang kucari. Kau lah yang selalu ada disisiku. Kris, kenapa? Aku memang sangat bodoh!

Aku memang orang bodoh! Aku baru menyadari perasaanku pada Kris beberapa hari yang lalu. Kini aku tahu mengapa aku sangat sakit ketika mendengar Kris dan Junghee akan menikah, bersikap biasa ketika Chanyeol mengatakan mau melakukan apapun. Aku mengerti sekarang. Aku memang bodoh! Selama ini… selama ini orang yang sangat aku butuhkan dan aku cintai ternyata sudah berada didekatku tapi aku malah memuja pria lain. Ketika dia pergi, barulah aku sadar. Kau memang bodoh, Baekhae!!!

Aku masih memegang pisau aquablood ditanganku dengan tangan gemetar. Aku sungguh sangat ingin berubah menjadi mermaid dan kembali kekehidupanku yang dulu dan melupakan semuanya tapi…. Tidak mungkin! Aku tidak sanggup membunuhnya. Mana mungkin aku mengakhir nyawa orang yang sangat kucintai oleh tanganku sendiri.

Hah… lagi-lagi airmata ini keluar. Aku tidak bisa menahan bendungan airmata ini ketika melihat wajah Kris yang sangat kecewa mendengar tentang peraturan yang sudah berakhir itu. memang tragis, 2 orang yang ternyata saling mencintai disaat terakhir tidak bisa bersatu. Dan aku lah yang membuat keadaan seperti ini! Bodoh! orang bodoh! Aku adalah orang terbodoh didunia! Aku menunduk berusaha tidak memperliahtkan wajahku yang kacau didepan Kris.

“Baekhae, bunuhlah aku…”

Aku langsung menoleh kepadanya ketika dia mengatakan hal yang sangat mengerikan itu. tidak mungkin….

 

 

***

“Baekhae, bunuhlah aku”

Kulihat Baekhae langsung menoleh ketika dia sejenak menundukkan kepalanya. Aku tahu dia menangis. Terdengar suara kesedihan diantara keheningan ini. Aku mendengra suara sedihnya menggema dikepalaku. Aku tidak mau dia bersedih. Aku tidak mau dia menangis. Aku tidak mau dia mati tapi kenapa? Kenapa keadaannya seperti ini?! Keadaan yang membuat kami tidak bisa mempersatukan cinta kami. Keadaan sulit yang aku berharap ini hanya lah sebuah mimpi / komedi semata.

Hujan turun lebih deras sedaritadi mengiringi suasana yang terus mencekam sekarang. Suara petir sudah terdengar nan jauh disana namun entah mengapa kami tidak mempedulikan itu bahkan Baekhae yang takut petir pun tidak menghiraukannya. Sekarang kami hanya terlarut oleh keadaan yang serba salah.

“sudahlah Baekhae… bunuhlah aku sekarang…”

Aku pun mendekati sosok yang sedang memegang pisau itu. aku membelai pipinya yang halus dan lembut. Merasakan setiap sentuhan kulit dari orang yang sangat berarti untukku. Pipinya sangat basah, bekas menangis. Dia sudah mengeluarkan airmata begitu banyak selama ini dan aku tidak mau dia mengeluarkan airmata itu lebih banyak lagi.

“Baekhae, kau jangan ragu lagi. Bunuhlah aku dan selamatkan dirimu”

Kulihat dia menggelengkan kepala. Dia masih menangis. Dia menutup rapat matanya.

“tidak! Aku tidak mungkin membunuhmu. Aku sangat mencintaimu, Kris~” katanya dengan suara yang sumbang karena tangisannya

Aku sedikit sesak ketika Baekhae mengatakan dia sangat mencintaiku dan tidak mau membunuhku. Secara tidak langsung dia rela mati demi aku. Andaikan kami lebih cepat menyatakan perasaan ini. Pasti ini tidak akan terjadi. Tuhan, tolonglah kami!

Aku pun semakin mendekatinya. Kudekap tubuhnya yang mungil dan hangat itu. aku menyukai baunya. Sangat manis. Kueratkan pelukanku. Sungguh, aku tidak mau melepaskannya. Aku mau seperti ini hingga maut memisahkan kami. Andaikan waktu ini bisa berhenti. Tapi tidak! Aku melihat jam.. sudah hampir fajar! Aku harus berbuat sesuatu. Aku tidak mau Baekhae berubah menjadi buih!

“Baekhae, kau tahu aku rela mati untukmu. Kau pasti sudah banyak tersakiti. Aku tidak mau kau menderita lagi. Tersenyumlah dan bahagialah. Senyumanmu bagaikan sebuah matahari untukku. Selamat tinggal, Baekhae. aku sangat mencintaimu”

Kuraih tangannya yang sedang memegang pisau itu dan segera kuarahkan pisau itu pada diriku. Ugh… dapat kurasakan darah mengalir di tubuhku ini. Sakit tapi tidak sesakit perpisahan ini.

***

            Trang!!!

Tiba-tiba pisau itu terjatuh. Baekhae dengan sigap menepis tangan Kris yang berusaha menancapkan pisau itu ke jantungnya namun hal itu gagal dan hanya menggores perut Kris sampai berdarah.

“ssshhhh…. Ughh… sakit…” Kris merintih kesakitan sambil memegang perutnya karena goresan dari pisau itu lumayan membuat darah dari perut Kris muncul. Darah yang keluar karena hanya menggores perut Kris.

“Kris, kau tidak apa-apa?” kata Baekhae mendongak melihat Kris yang lebih tinggi darinya sedang kesakitan

“kenapa kau menepisnya?!”

“kau bodoh!!! Jangan lakukan itu!!! Jangan menyakiti dirimu sendiri karena keegoisanku!” kata Baekhae sambil menangis. Airmata Baekhae mungkin sudah mencapai titik batasnya. Sudah banyak ia meteskan airmata hanya untuk perjalanan cinta yang pelik ini.

“kenapa Baekhae?! aku tidak mau kau berubah menjadi buih laut!”

“aku lebih tidak mau kau mati dan menghilang selamanya! Aku tidak mau! Ini adalah resiko yang harus kutanggung Kris! aku sudah bertekad untuk menghadapinya! tolonglah!”

Kris tidak mau membuat tangisan Bekhae semakin menjadi-jadi. Dia tidak mau bertengkar hanya karena hal ini. Disaat terakhir mereka berdua. Tangisan Baekhae mereda. Dia mengehala napas panjang walaupun sebenarnya airmatanya masih mengalir.

“aku tidak mau kau mati sia-sia hanya untukku. Aku tidak mau kau mati dan kehilangan sosokmu. Aku sudah bertekad untuk menanggung resikonya.” Kata Baekhae sambil memegang pipi Kris

“lalu bagaimana denganku? Aku tidak mungkin bisa melupakanmu. Aku juga akan kehilangan sosokmu”

Baekhae tersenyum. Kris melihat senyuman Baekhae sangatlah damai. Seakan dia tersenyum dari lubuk hatinya yang paling dalam membuat hati Kris semakin sakit melihatnya. Sakit karena tidak bisa bersamanya. Sakit karena kini airmatanya mengalir kembali.

“hiks… Kris, jika kau benar-benar mencintaiku biarkanlah aku menghadapi semua ini. Kau suka ketika aku tersenyum kan?” kata Baekhae sambil menatap Kris sambil tersenyum dengan matanya yang sembab.

“jika kau mau aku tersenyum. Kau lah yang harus bertahan karena aku akan selalu terkenang dihatimu. Cintaku akan selalu teringat disisimu dan selamanya berada dihatimu. Cintaku juga akan abadi selamanya hanya untukmu. Jika kau merindukanku dan ingin melihatku pandanglah lautan karena aku akan menjadi bagian dari lautan itu nanti. Dan suatu saat nanti kau harus membahagiakan seseorang untukku”

Kris melihat kesungguhan Baekhae disana. Dimatanya. mata yang kini mengalir air. Airmata terakhir dari Baekhae dari keseluruhan airmata yang dikeluarkannya. Dan kini, itu bukan lah airmata kesedihan seperti yang sebelum-sebelumnya tetapi airmata kebahagian. Airmata bahagia terakhir dari Baekhae hanya untuk Kris. Senyum tulus Baekhae yang terakhir hanya untuk Kris seorang.

Kris ingin memahami Baekhae. jika ia sangat mencintai Baekhae, dia harus mengerti apa yang Baekhae mau. Karena itu adalah permintaan terakhir Baekhae.

Kris memeluk Baekhae. mengelus rambutnya yang halus dan panjang. Medekap tubuh gadis mungil yang dulu ia temukan terdampar dipinggir pantai. Merasakan aliran hangat tubuh Baekhae yang sekarang juga menjalar ketubuhnya.

“Jangan menangis lagi… sudahlah… aku akan menghormati keinginanmu walaupun sebenarnya aku sungguh benci ini”

“terima kasih…” kata Baekhae sambil membalas pelukan dari Kris. menghela napasnya yang panjang.

“perutmu tidak apa-apa?” tanya Baekhae sambil memegang perut Kris yang darahnya sudah tembus bajunya.

“luka ini tidak sakit dibandingkan harus berpisah denganmu”

Baekhae hanya tersenyum pada Kris. senyuman yang menunjukkan bahwa Baekhae tahu Kris belum bisa merelakannya. Baekhae berusaha tersenyum walaupun sebenarnya dia pun juga tidak rela untuk berpisah. Baekhae menatap Kris namun Kris mengalihkan pandangan dari Baekhae.

Hening… kesunyian yang sangat menyedihkan yang pernah dialami mereka berdua. Akhirnya sang fajar menunjukkan sinarnya yang berkemilauan.

Baekhae tersenyum sambil terus menatap Kris. Akhirnya Kris juga menatap Baekhae dengan penuh kepedihan. Disudut mata Kris sudah tergambarkan refleksi bayangan Baekhae karena ada airmata tertahan disana. Baekhae mendekatkan wajahnya pada Kris. dia menciumnya dengan lembut seakan tidak ada beban yang diemban olehnya. Dia sangat bebas sekarang bahkan Kris merasakan tidak ada dendam atau apapun yang membuat Baekhae menderita selama ini. Kris merasa bahwa inilah yang Baekhae inginkan. Kris merasakan seluruh jiwa dan raganya kini bersatu dengan Baekhae. sesaat setelah itu, mereka pun melepaskannya tak rela.

Kilauan matahari pagi sangat silau diufuk timur tapi dimata Kris sekarang yang lebih berkilau adalah sosok didepannya, Baekhae. dia tersenyum dan merekahkan senyumannya. Senyuman yang sangat berharga untuk Kris.

“Kris, aku mencintaimu selamanya….”

“Baekhae….”

Kini kilauan itu sudah bergabung dengan pancaran sinar matahari. Sinar itu kini perlahan jatuh seiring dengan senyuman Baekhae yang sangat bersinar mengikuti sinar matahari dan menghilang untuk selamanya menjadi buih laut. Perlahan sosok Baekhae menghilang dan terjatuh dihadapan Kris sekarang.

“tidak! Baekhae!!! tidak!!!”

Tangan mereka yang tadinya saling tertaut kini sudah tiada. Hanya meninggalkan tangan Kris yang masih tergenggam.

“Baekhae!!!”

Kris terjatuh ketika sosok Baekhae sudah menghilang sempurna dari hadapannya. Dia menggenggam tangannya didepan dada kirinya. Kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya untuk selamanya.

Akhirnya airmata yang sedaritadi Kris tahan akhirnya terjatuh dari sarangnya juga, Kris terisak menangis sambil berlutut. Ruangan yang tadinya diisi oleh bisikan perasaan Baekhae dan Kris kini telah dipenuhi oleh isakan tangis Kris. Dia mengacak-acak rambutnya. Selanya, dia juga berteriak sambil menyebut nama Baekhae. seperti orang gila.

“oppa…”

“sudahlah, Junghee… biarkanlah dia dulu”

Sejak beberapa menit yang lalu ternyata Junghee dan Chanyeol sudah berada didepan pintu kamar Kris. mereka menyaksikan ketika Baekhae berubah menjadi buih laut. Bahkan Junghee pun tak percaya bahwa Kris yang selama ini ia kenal sebagai lelaki yang sangat dingin , kuat dan pendiam bisa menangis begitu kerasnya hanya untuk Baekhae.

 

***

Seorang wanita cantik berdiri didepan altar. Dia memakai gaun pengatin yang sangat cantik yang menjulang sampai ke lantai. Wajahnya yang cantik di rias dengan sedemikian rupa menambah kecantikannya walaupun ditutupi oleh Cadar Birdcage berwarna putih. Junghee.

“Kris oppa… Ayo kemari” panggil Junghee. Aku pun menghampirinya dengan sangat lesu.

“kau kenapa oppa?”

“tidak…”

“ayolah ini kan hari bahagia. kau tidak boleh lemas seperti itu” ucap Junghee

tiba-tiba seorang muncul. dia berlari sambil memakai jas putih.

“Chanyeol oppa, kenapa kau lama? lihatlah kau berantakan” kata Junghee sambil merapihkan penampilan Chanyeol.

“maaf, tadi aku…”

“sudah…sudah… ini kan hari bahagia kalian. sudah sana pergilah ke altar” kataku sambil mengalungkan kedua tangan mereka.

3 tahun sudah berlalu. Chanyeol dan Junghee akhirnya menikah selama 2 tahun mereka berpacaran. Chanyeol sangat berusaha keras selama setahun itu. aku melihat mereka… Andaikan aku dan Baekhae juga ada disana.

Aku pun menunjukkan seulas senyum ketika mereka berjanji untuk sehidup semati. Aku memutuskan untuk pergi kesuatu tempat. ke tempat yang akan mengenangnya selama hidupku. Aku pun melesatkan mobilku menuju tempat itu.

            Kini aku berada disebuah ruangan. Sebuah ruangan putih bagai menggambarkan sebuah kesucian. Ruangan galeriku. Galeri yang waktu itu sudah ku tunjukkan padanya. Galeri yang ku dedikasikan untuknya. Galeri yang kubuatkan untuknya. Galeri khusus untuk orang yang paling berharga untukku. Baekhae.

Bisa dilihat diruangan ini banyak kupajang foto Baekhae yang waktu itu kukumpulkan saat bersamanya 3 tahun lalu. Kupajang didinding. Kugantung banyak fotonya hingga menyerupai tirai yang memenuhi ruangan ini.

Aku melangkahkan kakiku diruangan ini. Sedikit demi sedikit kuputar memoriku kembali tentang Baekhae. kuambil secarik foto yang tergantung dihadapanku. Foto Baekhae sedang tertawa. Cantik.

Kulangkahkan lagi kakikuku kepojok ruangan yang dihiasi oleh sinar matahari yang masuk melalui jendela yang kubiarkan terbuka namun masih ditutupi oleh tirai putih disana. Terpajang sebuah kanvas dan alat-alat melukisku. Kududukkan diriku didepan kain kanvas itu.

krismid

‘kau juga jangan lelah belajar ya. Kau harus tunjukkan padaku bahwa kau akan menjadi pelukis yang hebat. Suatu saat buatkan satu untukku ya’

Aku memejamkan mata dan mengingat kembali perkataannya. Dia memintaku untuk melukis dirinya walaupun pada saat itu lukisanku sangat tidak berbentuk. Dan kini, aku sudah membuatkannya. Aku sudah berhasil membuat lukisan dirinya. Lukisan seorang wanita cantik yang sedang tersenyum cerah bagaikan matahari. Berkatnya, aku melakuakn sesuatu yang tidak bisa aku lakukan.

Kupandang lukisan dirinya. Aku menyentuh lukisanku perlahan. Merindukan sosoknya yang biasanya selalu ada disampingku. Hah… lagi-lagi kesedihanku muncul kembali. Aku mengerutkan dahiku, berusaha memendam rasa sakit ini, rasa rindu ini, tangis ini. Sulit.

‘Baekhae… mungkin sekarang aku belum bisa melupanmu. aku masih mencintaimu hingga saat ini. Aku belum bisa menggantikanmu. Tapi aku masih ingat pesanmu… kelak jika aku mempunyai pendamping… aku akan mencintainya… tapi cinta sejatiku sepenuhnya hanyalah kamu dan untukmu…’

The End~

YES! Selesai

Maaf jika ada kesalahan atau ketidak nyambungan didalam ff gaje ini

Gomawo~ Don’t Forget to Leave Comment~!

Iklan

About deerchopper

No matter what happen.... EXO is EXO! support EXO and Mr. crazy galaxy, Wuyifan ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

Posted on April 25, 2014, in chapter, EXO, Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: